redaksiharian.com, Jakarta – Empat astronaut dalam misi Artemis II telah menyelesaikan perjalanan mengitari Bulan dari jarak dekat dan kini sedang menuju kembali ke Bumi. Meski misi utama telah tercapai, fase kepulangan mereka menyimpan risiko besar yang tidak bisa dianggap remeh.
Kapsul Orion yang membawa para astronaut melaju dengan kecepatan sangat tinggi menuju Bumi. Saat memasuki kembali atmosfer, pesawat ini bergerak lebih dari 30 kali kecepatan suara, menciptakan tekanan ekstrem dari kompresi udara. Kondisi tersebut dapat memanaskan bagian luar kapsul hingga suhu melampaui 2.700 derajat Celsius.
Astronaut Victor Glover mengungkapkan bahwa ia telah lama memikirkan momen pendaratan ini sejak awal penugasan. Ia bahkan sempat menyebut bahwa momen kembali ke Bumi, khususnya pendaratan di laut, menjadi hal yang paling ia nantikan, meskipun terdengar sederhana. Baginya, keberhasilan kembali dengan selamat berarti membawa pulang berbagai data, foto, dan pengalaman berharga dari misi tersebut.
Tahap masuk kembali ke atmosfer dikenal sebagai salah satu fase paling krusial dalam penerbangan luar angkasa. Pada misi Artemis II, tahap ini menjadi perhatian khusus karena adanya masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya.
Masalah tersebut pertama kali ditemukan setelah misi Artemis I tanpa awak pada 2022. Saat itu, tim menemukan adanya kerusakan berupa retakan dan lubang pada perisai panas kapsul setelah kembali ke Bumi.
Perisai panas merupakan komponen vital yang berfungsi melindungi kapsul dan awaknya dari suhu ekstrem selama proses reentry. Meski misi Artemis I berhasil mendarat dengan aman, kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait performa material Avcoat yang digunakan, khususnya dalam menghadapi kondisi ekstrem selama fase akhir penerbangan.
Jika perisai panas mengalami kegagalan serius, konsekuensinya bisa fatal. Tidak ada sistem penyelamatan yang dapat diandalkan pada tahap ini. Kegagalan pada komponen tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pesawat beserta awaknya.
Untuk misi Artemis II, kapsul Orion masih menggunakan desain perisai panas yang hampir sama dengan sebelumnya. NASA sendiri mengakui bahwa sistem tersebut belum sepenuhnya ideal. Meski demikian, mereka tetap optimistis bahwa dengan penyesuaian strategi masuk kembali, para astronaut dapat kembali dengan selamat.
Empat astronaut yang tergabung dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. NASA menyatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, termasuk memahami batas kemampuan perisai panas dan langkah mitigasi yang diperlukan.
Amit Kshatriya, salah satu pejabat NASA, menegaskan bahwa seluruh sistem dalam pesawat—mulai dari pendukung kehidupan, navigasi, hingga komunikasi—akan sangat menentukan pada menit-menit terakhir sebelum pendaratan.
Ia juga menekankan bahwa kecepatan masuk kembali Orion yang mencapai sekitar 25.000 mil per jam membuat perisai panas harus menanggung beban luar biasa. Oleh karena itu, keberhasilan misi sangat bergantung pada performa komponen tersebut dalam kondisi ekstrem.