RedaksiHarian – Tiga dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) membuat sediaan gel dari daun sendok yang dapat dimanfaatkan untuk terapi pendamping luka kaki pada pasien diabetes.

“Inisiasi dari pembuatan gel daun sendok dilatarbelakangi oleh meningkatnya prevalensi penyakit diabetes di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata apt.Kartini, Ph.D. selaku ketua tim dosen di kampus Ubaya, Jumat.

Kartinimengatakanbahwa diabetes menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya luka pada kaki yang perawatannya membutuhkan biaya cukup tinggi.

“Oleh karena itu kami mengupayakan invensi ini sebagai alternatif terapi pendamping luka kaki diabetes yang diharapkan lebih aman, efektif, dan lebih ekonomis,” kata Kartini, yang mengembangkan produk gel dari daun sendok bersama rekannya apt. Endang Wahyu Fitriani, M.Farm. danapt. Ridho Islamie, Ph.D.

Ia menjelaskan, daun sendok (Plantago major) dipilih sebagai bahan gel karena mengandung asam ursolat, asam oleanolat, dan aukubinserta termasuk tanaman liar yang mudah didapat dan dibudidayakan.

Geldibuat denganmengeringkan daun sendok dan mengolahnya menjadi serbuk simplisia menggunakan blender kemudian mengekstraksi serbuk menggunakan cairan etanol dan menyaringnya.

Hasil saringandipekatkan menggunakan alat rotavapour dan waterbathsehingga mengental dan kemudian dicampur dengan bahan-bahan basis gel.

“Gel ini memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan proliferasi atau pertumbuhan sel, meningkatkan migrasi sel, serta menghambat sekresi nitrite oxide. Hal ini berguna untuk mempercepat penutupan luka,” kataKartini.

Dia mengatakan bahwa gelpendamping terapi luka kaki pasien diabetes yang dibuat dari daun sendok sudah mendapatsertifikat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

“Harapan kami dari adanya invensi ini adalah dapat menurunkan komplikasi penyakit diabetes, terutama luka kaki diabetes. Selain itu, melalui inovasi ini kami dapat turut serta meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes,” katanya.