redaksiharian.com, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat berencana menghadirkan perubahan pada uang kertas dolar dengan menambahkan tanda tangan Presiden Donald Trump mulai musim panas tahun ini.

Kebijakan ini menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena untuk pertama kalinya tanda tangan presiden yang masih menjabat akan dicantumkan langsung pada mata uang resmi negara tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut keputusan ini sejalan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Ia menilai pencantuman nama presiden di uang dolar menjadi simbol kuat atas perjalanan sejarah dan capaian negara.

Dalam desain terbaru, tanda tangan presiden akan menggantikan tanda tangan pejabat yang selama ini selalu tercantum pada uang kertas. Perubahan ini sekaligus mengakhiri tradisi panjang yang telah berlangsung sejak 1861, di mana tanda tangan Bendahara AS menjadi bagian tetap dalam desain dolar.

Bendahara terakhir yang tercatat menandatangani uang kertas adalah Lynn Malerba, yang menjabat pada masa pemerintahan Joe Biden.

Produksi awal uang kertas dengan desain baru dijadwalkan dimulai pada Juni, diawali dengan pecahan 100 dolar. Uang tersebut akan memuat tanda tangan Donald Trump bersama Menteri Keuangan Scott Bessent. Selanjutnya, perubahan ini akan diterapkan secara bertahap ke berbagai pecahan lainnya.

Meski begitu, uang dengan desain baru diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum benar-benar beredar luas melalui sistem perbankan. Saat ini, pemerintah masih mencetak uang dengan tanda tangan pejabat sebelumnya, yakni Janet Yellen dan Lynn Malerba.

Perubahan yang dilakukan hanya terbatas pada tanda tangan, tanpa mengubah elemen utama desain uang. Tulisan seperti “In God We Trust” tetap dipertahankan, begitu juga dengan aturan bahwa gambar pada uang kertas hanya boleh menampilkan tokoh yang telah meninggal dunia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan saat ini untuk memasukkan identitas presiden ke dalam berbagai simbol resmi negara, mulai dari institusi hingga program tertentu.

Namun, rencana untuk menampilkan gambar Donald Trump pada koin dolar tidak dapat diwujudkan. Hal ini karena regulasi di AS melarang penggunaan figur yang masih hidup pada mata uang koin.

Secara keseluruhan, kebijakan ini lebih menitikberatkan pada perubahan simbolis melalui tanda tangan, sebagai penanda momen bersejarah bagi Amerika Serikat tanpa mengubah desain utama mata uangnya.