redaksiharian.com, Jakarta – Rincian rencana yang disusun oleh Board of Peace untuk melucuti senjata Hamas dan faksi milisi lain di Jalur Gaza, Palestina, kini terungkap. Dokumen ini dibuat oleh Direktur Jenderal Board of Peace, Nickolay Mladenov, dan mengusulkan proses bertahap selama delapan bulan melalui beberapa tahapan.

Dalam dokumen yang diperoleh oleh Al Jazeera, pelucutan senjata akan dilakukan dengan mekanisme timbal balik: kelompok bersenjata melepaskan senjata sebagai imbalan atas langkah Israel yang harus mengizinkan masuknya material rekonstruksi serta memperlancar aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Selain itu, rencana ini juga mencakup pengalihan administrasi wilayah Gaza kepada sebuah komite nasional yang dibentuk Board of Peace.

Mladenov menyebut rencana ini secara umum dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada Rabu (25/3), menyatakan bahwa proposal telah “disampaikan kepada kelompok bersenjata terkait” dan mereka didesak untuk menanggapinya “tanpa penundaan”. Ia menambahkan, “Proses dekomisioning senjata akan berjalan paralel dengan penarikan bertahap pasukan.”

Isu pelucutan senjata di Gaza menjadi kontroversial, karena serangan Israel terus berlangsung selama gencatan senjata, menewaskan ratusan warga Palestina. Selain itu, Israel masih membatasi masuknya bantuan, menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok, sementara banyak warga tetap mengungsi dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Hamas sendiri menolak menyerahkan senjata selama pendudukan Israel berlangsung dan menegaskan bahwa pelucutan senjata seharusnya dibahas internal antar-faksi Palestina, bukan dipaksakan pihak luar.

Hingga saat ini, baik Hamas maupun Israel belum menanggapi secara resmi rincian rencana tersebut. Para analis Palestina menilai rencana ini pada dasarnya mengarah pada apa yang disebut sebagai “penyerahan politik” Hamas.


Tahapan Pelucutan Senjata

Fase pertama (hari 1–14):
Operasi militer oleh Israel dan Hamas dihentikan total, disertai penerapan protokol kemanusiaan sesuai gencatan senjata. Komite Nasional Palestina akan mengambil alih tanggung jawab administrasi dan keamanan sementara di Gaza. Badan ini merupakan lembaga teknokratik di bawah pengawasan Board of Peace.

Fase kedua (hari 16–60):
Fase inti dari pelucutan senjata dimulai, di mana Hamas dan faksi Palestina lainnya menarik senjata berat dari wilayah yang masih berada di bawah kendali Israel dan kemudian dari wilayah mereka sendiri sebelum hari ke-90. Selama periode ini, Hamas diwajibkan menghancurkan jaringan terowongannya.


Kewajiban Israel

Israel diharuskan mengizinkan pembangunan hunian sementara berbentuk prefabrikasi di lokasi yang disetujui Komite Nasional Palestina. Setelah tiga bulan pertama, proses berlanjut dengan penarikan bertahap pasukan Israel ke perimeter Gaza, yang diawasi oleh komite pemantau untuk memastikan pelucutan senjata berhasil.

Pasukan keamanan di bawah Komite Nasional Palestina akan bertugas mengumpulkan senjata, dengan target selesai pada hari ke-251. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Israel akan menarik diri dari Gaza, kecuali perimeter keamanan yang belum ditentukan, sampai wilayah tersebut benar-benar aman dari potensi ancaman terorisme.

Pada tahap ini, rekonstruksi penuh Gaza dimulai, termasuk pencabutan pembatasan terhadap masuk keluarnya “barang penggunaan ganda” seperti beton, baja, pupuk, dan bahan bakar, yang sebelumnya dibatasi Israel karena dikhawatirkan dapat digunakan untuk kepentingan militer Hamas.

Jika rencana ini terealisasi, agresi Israel di Gaza sejak Oktober 2023 akan berakhir, sekaligus menandai berakhirnya kontrol Hamas di wilayah tersebut selama dua dekade terakhir. Namun, berbagai hambatan masih muncul, termasuk kesiapan Israel untuk benar-benar menarik diri dan menepati komitmen tanpa menggagalkan kesepakatan.


Kalau mau, saya bisa lanjut buatkan subtitle, 10 tag, dan 5 topik untu