RedaksiHarian – Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan menyebutkan penutupan putar balik (u-turn) dan Sistem Satu Arah (SSA/one way) bisa memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.”Kita mau menolong dari segi kualitas udara untuk tidak terjadi antrean yang panjang di u-turn,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Selatan, Prisno Jogiara saat ditemui di Jakarta, Rabu.Jogi menuturkan adanya penerapan penutupan putar balik dan SSA ini mengikuti instruksi PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartonountuk mengurai kemacetan di beberapa wilayah Ibu Kota.Menurut diakebanyakan jalan putaran balik memiliki dua jalur sehingga jika ada satu kendaraan ingin berputar balik maka cenderung tidak hanya menggunakan satu jalur.Pengemudi akan berpindah ke jalur satunya, sehingga kendaraan yang akan lurus terhenti membuat antrean di jalur itu.”Sehingga kalau antrean itu cukup tinggi, itu emisi udaranya akan lebih menumpuk,” ujarnya.Sama halnya dengan SSA, adanya penerapan ini bertujuan untuk menambah kapasitas jalan sehingga tidak ada penumpukan kendaraan dalam satu jalan. Terbarunya, SSA diterapkan di Jalan Muhi Raya, Kebayoran Lama.”Itu kita lakukan satu arah sehingga sirkulasi ke depannya jalan,” tambahnya.Selain penerapan putar balik dan SSA, pihaknya juga rutin melakukan operasi uji kelayakan kendaraan umum untuk memperbaiki kualitas udara di wilayah Jakarta Selatan.”Untuk bulan Juni 2023, kita melakukan 51 kendaraan dilakukan stop operasi karena tidak layak jalan,” tuturnya.Terlebih, pihaknya juga berperan membantu mengatur lalu lintas dalam kegiatan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.Tak hanya itu, dalam akhir keterangannya Jogi berharap agar kesadaran masyarakat bisa beralih menggunakan sepeda ataupun transportasi umum daripada kendaraan bermotor.”Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto juga mengimbau untuk jajarannya bersepeda ataupun menggunakan angkutan umum,” tutupnya.