RedaksiHarian – Dinas intelijen Rusia (FSB) membunuh atau menahan anggota kelompok sabotase dan mata-mata Ukraina di Provinsi Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina, kata FSB pada Kamis.

FSB menyebutkan dua petempur tewas Rabu (30/8) malam di distrik Navlinsky di selatan ibu kota provinsi itu, sedangkan lima orang ditahan yang tiga di antaranya terluka.

Cuplikan video yang ditayangkan saluran berita televisi milik pemerintah, Rossiya 24, memperlihatkan tujuh senapan otomatis beserta dua lusin magasin dan selusin granat yang diduga dirampas dalam operasi tersebut.

FSB mengatakan kelompok itu dilengkapi dengan senapan mesin buatan Amerika lengkap dengan peredam suara, bahan peledak dan sejumlah besar granat dan peluru ala NATO. FSB menyebutkan kelompok itu terdiri dari anggota badan intelijen Ukraina dan pasukan khusus militer.

Bryansk dan provinsi-provinsi lain yang berbatasan dengan Ukraina tahun ini kian gencar diserang drone, penembakan, ledakan dan serangan bersenjata.

Rusia menuding Ukraina berada di balik serangan-serangan tersebut.

Reuters tidak bisa memverifikasi laporan FSB itu. Ukraina yang berusaha memukul mundur invasi Rusia yang disebut Moskow operasi militer khusus”, hampir tidak pernah mengomentari operasi-operasi di dalam wilayah Rusia yang dituding Moskow dilakukan Ukraina.

Sumber: Reuters