RedaksiHarian – Rekaman seorang pria berpeci hitam menendang mobil Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) saat melintas di Binjai , Sumatra Utara pada Jumat, 25 Agustus 2023, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @memomedsos, terlihat pria itu berdiri di depan mobil dan berusaha menghentikan sedan Jokowi .

Pria berpeci dan berpakaian batik warna ungu itu juga terlihat memegang surat yang diduga akan diberikan kepada sang Presiden.

Beberapa kali pria itu mengetuk kaca jendela mobil Jokowi . Namun, aksi tersebut lantas segera disetop oleh polisi yang mengawal.

“Ingin ketemu pak,” katanya kepada polisi saat diamankan ke pinggir jalan.

Surat yang dibawa pria itu terlihat diambil oleh Paspampres. Sementara mobil Jokowi terus melaju dengan kawalan.

Bukan hanya itu, terlihat keadaan sekitar juga nyaris rusuh ketika mobil presiden melintas mendekati rombongan warga yang berdiri di pinggir jalan. Saat itu memang banyak warga yang turut mendekati mobil Jokowi .

Pasalnya orang nomor satu di Indonesia itu sedang membagikan sejumlah barang ke warga sehingga dengan seketika mereka berebut untuk mengambilnya.

Belum diketahui identitas pria berpeci hitam dan motifnya mengadang mobil Presiden Jokowi . Pria itu beraksi seolah ingin memberikan secarik kertas putih namun aksinya digagalkan personil kepolisian yang ada di lokasi.

Diketahui Presiden Jokowi memang memiliki beberapa agenda di Sumatera Utara. Selain meresmikan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Medan- Binjai -Deli Serdang (Mebidang), Jokowi juga menghadiri Haul ke-2 Anif Shah, ayahanda Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Duh kok pengamanannya longgar amat, sekelas presiden loh ini. Harusnya dari jauh Paspampres udah liat itu bapak dari awal gerakannya udah mencurigakan,” ujar netizen.

Sedih loh malah ngeliatnya, saking pngennya didenger, tapi gak ngerti cara nyampeinnya gimana kerena orang awam, jadi nekat,” ucap netizen.

Aku malah kasihan lihat bapak itu, dari gesturnya sepertinya dia bukan orang yang berniat jahat, hanya saja mungkin ada unek-unek yang sangat ingin disampaikannya seperti beban berat, hanya saja memang caranya yang kurang tepat,” kata yang lain.***