redaksiharian.com“Pemilu 2019 menyisakan luka yang sangat dalam di batin saya ketika gerombolan qadrun mencaci, memaki dan memfitnah Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono ketika sakit di Singapore. Saya marah kala itu dan mundur dari Tim Pemenangan 02,” tulis Ferdinand Hutahaean di kaun Twitternya pada Minggu (9/10/2022).

“Saya heran kok bisa teman-teman @PDemokrat bersekutu dengan Mereka?” tambahnya.

Lebih lanjut Ferdinand menyebutkan bahwa dia yang sebelumnya masuk sebagai salah satu tim sukses untuk pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 mengundurkan diri usai ditemukan penghinaan kepada Ani Yudhoyono.

“Saya mundur kala itu karena kekejian penghinaan kadrun terhadap Ibu Ani Yudhoyono yang sangat saya hormati, saya sayangi dan baik kepada saya,” tulis Ferdinand

“Saya tak habis pikir ketika teman-teman @PDemokrat melupakan itu dan bersekutu dengan mereka sekarang. Semoga Bu Ani damai di Surga,” imbuhnya.

Elit Demokrat Sentil Pertemuan Anies dan HRS

Pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Habib Rizieq Shihab di Markaz Syariah kawasan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang pada Jumat (7/10/2022) kemarin sukses menjadi sorotan publik.

Publik ramai berspekulasi Anies tengah mencari dukungan dari Rizieq dan kelompok massanya usai resmi dideklarasikan sebagai calon presiden 2024 oleh Partai Nasional Demokrat.

Meski sinyal ini tidak ditanggapi dengan gamblang oleh pihak-pihak terkait, para loyalisnya justru sudah siap mengambil sikap. Misalnya akun Twitter @ekowboy2 yang dengan tegas menyampaikan dukungannya.

“Siap tunggu komando Ulama. Tegak lurus bersama IBHRS. Yang sepakat retweet keras,” cuitnya sembari mengunggah foto Anies dan Habib Rizieq di podium.

Cuitan ini rupanya mendapat banyak opini, salah satunya dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Dilihat Suara.com di akun Twitter-nya, @jansen_jsp, Jansen mengingatkan kembali soal pentingnya tak menggunakan politik identitas selama pelaksanaan kampanye nanti.

“Mas Ek, jikapun kami jadi mendukung mas Anies ke depan, kampanyenya harus inklusif, bhinneka / majemuk,” tutur Jansen, dikutip pada Minggu (9/10/2022).

“Jangan diulangi lagi ‘show of force’ identitas tertentu secara berlebihan, baik itu agama dan lainnya. Orang jadi takut akhirnya kalah,” sambungnya.

Padahal, menurut Jansen, pihaknya juga membawa semangat yang sama, yakni menjadikan Anies sebagai pemimpin. “Mari kita bawa mas Anies ini jadi pemimpin bagi semua,” tegas Jansen.