RedaksiHarian – Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Barat membuka gerai di kantor Wali Kota untuk memberdayakan penjualan produk lokal.
Ketua Dekranasda Jakarta Barat, Lisniawati Uus Kuswanto menyebut pihaknya menyediakan berbagai macam produk premium, yakni produk-produk yang sudah dikurasi dari 74 perajinDekranasda Jakarta Barat.
“Kami menghadirkan produk-produk premium dari 25 perajin yang sudah dikurasi dari 74 pelaku usaha kami,” kata Lisniawati saat ditemui lokasi dalam peresmian gerai Dekranasda Jakarta Barat, Rabu.
Ia menyebut produk-produk Dekranasda yang disediakan dalam gerai tersebut terdiri dari fesyen, seperti batik khas Betawi, pakaian jadi dan kebaya khas Betawi.
“Selain itu, juga ada kerajinan tangan hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kami (Jakarta Barat) yang telah bergabung dengan Dekranasda,” ungkap Lisniawati.
Ia menyebut, sistem kurasi atau seleksi diterapkan dalam penjualan di gerai Dekranasda lantaran keterbatasan ruang dan alasan efektifitas.
“Kita punya 74 perajin dan setelah dikurasi ada 25 perajin yang menjual produknya di sini. Pertama, karena keterbatasan ruang. Selain itu supaya efektif dan elok dilihat juga,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyebut, penjualan mereka akan dievaluasi selama empat bulan sekali untuk tetap mempertahankan penjualan yang efisien.
“Kalau nanti (omzet) bagus, berarti akan kita pertahankan. Tetapi misalnya kalau produk tertentu kurang peminatnya, kami akan mengganti produknya dengan sesi kedua, sekaligus untuk memberi kesempatan bagi perajin yang belum sempat memasarkan produknya,” jelas dia.
Ia menyebut, gerai tersebut hanyalah bentuk fisik dari penjualan produk perajinDekranasda Jakarta Barat. Selebihnya mereka memasarkan produknya secara daring melalui lapak daring lainnya.
Seorang perajin pakaian wanita, Dimita Agustin mengaku memproduksikain tradisional seperti batik, tenun dan sutra.
Ia menyebut pakaian wanita yang dijualnya berkisar pada harga Rp300 ribu sampai Rp3 juta. class=”figure-image” id=”fgimage_1″>