RedaksiHarian – Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandesmengatakanmedia sosial merupakan mediapaling cepat dan efektif dalam meningkatkan literasi pemilih muda menjelang Pemilu 2024.

“Saya kira media sosial mempunyai pengaruh, karena akses anak-anak muda terhadap internet dan media sosial itu kan sangat tinggi, ya, mungkin dugaan saya di atas angka 75 persen atau mungkin bisa lebih juga,”kata Arya saat dihubungi ANTARA di Jakarta,Senin.

Menurut Arya, kanaldi media sosial dapat dimanfaatkan untuk memupuk literasi politik anak-anak muda, khususnya para pemilih pemula.

Dia mengatakanperlu ada peningkatan kesadaran bagi pemilih pemula terkait makna pemilu yang merupakan mekanisme demokratis dalam menentukan pemimpin.

“Memberikan pengetahuan juga soal pentingnya partisipasi atau keterlibatan pemilih pemula untuk memilih dan memilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang rasional,” tambahnya.

Pendidikan politik bagi pemilih pemula, kata Arya, merupakan langkah untuk menyadarkan para pemilih pemula terkait pentingnya suara mereka dalam pemilu mendatang.

“Setiap orang itu berhak menentukan pilihannya secara bebas, setiap orang bebas juga menentukan siapa yang akan dia pilih. Itu tentu juga perlu terus diinformasikan ke anak-anak pemilih pemula,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat terdapat 204.807.222 pemilih yang berhak memberikan suaranya pada Pemilu 2024. Dari total seluruh pemegang hak suara, pemilih muda yang terdiri atasgenerasi milenial dan generasi Z, menjadi kelompok pemilihmendominasi di Pemilu 2024.

KPU mencatat terdapat 113 juta lebih Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari kelompok generasi milenial dan generasi Z. Angka tersebut setara 56,45 persen dari total DPT.

Angka pemilih yang ditetapkan KPU itutelah melalui proses rekapitulasi hasil penetapan DPTdi seluruh kabupaten dan kota sertaPanitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) periode 20-21 Juni 2023.