redaksiharian.com – Di kancah internasional, kuliner khas Indonesia faktanya menjadi kuliner yang digemari dan dianggap bercita rasa tinggi oleh banyak orang.

Sebagai buktinya, dua kuliner khas Indonesia yaitu rendang dan nasi goreng berhasil menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai “The World’s 50 Most Delicious Foods” berdasarkan versi CNN.

Meski kuliner Indonesia memiliki banyak penggemar, sayangnya menemukan restoran/merchant yang khusus menyajikan makanan/minuman khas Indonesia masih cukup sulit ketika di luar negeri.

Berangkat dari kondisi tersebut, startup Codafood hadir dengan menawarkan layanan yang membantu para pelaku industri kuliner di Tanah Air untuk membuka bisnisnya di dunia internasional.

“Kami melihat tantangan yang muncul bagi pemilik merek atau produk adalah dari sisi akses dan keterbatasan akan pengetahuan minat pasar global. Karenanya, Codafood hadir untuk menjembatani kebutuhan pelaku usaha kuliner dengan target pasar agar bisa diterima oleh target konsumen baru yaitu masyarakat global,” tutur Albert Christo, CEO Codafood.

Selain bantu mendukung perkembangan para pelaku bisnis kuliner, Albert mengatakan bahwa Codafood memiliki visi utama yakni memperkenalkan lebih banyak lagi ragam kuliner tanah air di luar negeri.

“Hal ini juga sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata yang menetapkan lima ikon kuliner sebagai makanan nasional Indonesia untuk selalu dibawa dalam setiap agenda promosi wisata, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado,” ujar Albert.

Berkonsep Waralaba

Lebih jelas terkait layanan yang ditawarkan, Albert menjelaskan bahwa startup yang berdiri sejak Agustus 2019 ini menerapkan model bisnis yang berkonsep waralaba.

Mudahnya, Codafood akan membantu menghubungkan antara pemilik bisnis kuliner khas Indonesia dengan para pemilik modal di luar negeri yang berminat untuk membuka cabang bisnis kuliner tersebut di negara mereka.

Menurut Albert, model bisnis waralaba masih sangat relevan khususnya jika digunakan untuk pengembangan bisnis nasional ke pasar global.

“Model franchise memungkinkan pemilik merek mengenalkan produknya dengan efisien, di mana Codafood akan melakukan berbagai kurasi untuk menyesuaikan produk sebelum dilemparkan ke pasaran. Waralaba dalam hal ini berperan untuk mempercepat penyebaran standarisasi tersebut agar bisa diadopsi di daerah-daerah lain oleh para local partners (di negara tujuan),” terang Albert.

Lebih lanjut, sebagai tahap awal, saat ini Codafood telah mengembangkan pilot project pertamanya, yakni membuka cabang pertama Soto Betawi Bang Rojak di Jepang.

Sebagai informasi, gerai Soto Betawi Bang Rojak saat ini sudah memiliki tiga cabang di Indonesia.

Upaya Codafood dalam menjembatani akses gerai Soto Betawi Rojak ke calon target pasarnya di Jepang salah satunya dimulai dengan menggelar food tasting dengan sejumlah warga negara Jepang asli yang tinggal di Jakarta.

Dari situ, pemilik usaha akan mendapatkan banyak informasi dan masukan untuk bisa memantapkan langkahnya menuju pasar luar negeri.

Oh ya, agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Jepang, nama merek Soto ini pun diganti dengan nama Soto Betawi Miyamoto dan ditargetkan akan dibuka pada kuartal pertama di tahun 2020.

Kembali dijelaskan Albert, seperti halnya yang dilakukan kepada Soto Betawi Miyamoto, setiap merek yang akan dipasarkan di luar negeri melalui Codafood juga harus melewati proses kurasi terlebih dahulu.

“Agar bisa diterima dengan baik dan bertahan, sebelumnya perlu dilakukan sorting brand, rebranding sesuai dengan market negara tujuan, penyesuaian bahan baku dan food tasting untuk validasi rasa,” papar Albert.

Codafood x BRBGKLTR

Dalam mengembangkan Codafood, Albert mengungkapkan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan BRBGKLTR (Berbagi Kultur), yang merupakan platform digital yang didirikan oleh Herjunot Ali (Aktor).

Dengan terjalinnya kolaborasi tersebut, Herjunot resmi diumumkan menjabat sebagai Komisaris di Codafood.

“Berbagi Kultur dan Codafood memiliki kesamaan visi dan misi yakni mengenalkan warisan budaya Indonesia dan mempertahankannya lewat pendekatan unik dan inovatif. Melalui Codafood, diharapkan ragam kuliner Indonesia dapat merambah pasar global dan tentunya menjadi penyumbang signifikan bagi jumlah franchise di luar Indonesia yang saat ini masih banyak didominasi pemain asing,“ tutur pria yang kerap disapa Junot ini.

Sebagai target awal dari kolaborasi ini, Junot menargetkan bahwa di tahun 2020 mendatang Codafood dapat membuka setidaknya lima franchise kuliner khas Indonesia di luar negeri.