RedaksiHarian – PT Bank Syariah Indonesia Tbkatau BSImencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah 10,9 persen (yoy) per akhir September 2023 menjadi 19,22 juta nasabah dari periode yang sama tahun lalu 17,9 juta nasabah.
Direktur Teknologi Informasi Saladin D. Effendi mengatakan, hal itu juga disebut sebagai cerminan atas dukungan positif yang diberikan masyarakat terhadap BSI pasca merger.
“Sekarang kita lihat dari perspektif customer base per posisi Q3 2003. Ini terkait dengan kepercayaan masyarakat kepada BSI yang terus meningkat setelah pasca merger. Jadi kalau kita lihat di sini, jumlah customer BSI memiliki tren meningkat sejak awal merger di 2021,” ujarSaladindalam konferensi pers Paparan Kinerja Triwulan III 2023 PT BSI secara daring, Selasa.
Sebelumnya, lanjut Saladin, pada Juli dan Agustus 2023 jumlah nasabah BSI berjumlah 18,95 juta dan 19,08 juta nasabah. Dengan kata lain, jumlah nasabah BSI terus mengalami peningkatan setiap bulannya.
Selain jumlah nasabah yang terus bertumbuh, saat ini BSI menduduki posisi kelima bank dengan jumlah cabang terbanyak dan masukdalam top 10 bank umum nasional, serta menduduki posisi pertama jumlah cabang bank umum syariah. Emiten berkode saham BRIS itu memiliki sebanyak 1.112 cabang, dan
“Dengan peringkat kelima di antara top 10 bank umum di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah di tanah air,” ujar Saladin.
Saladin menambahkan dengan terus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perseroan, menjadi landasan kuat untuk terus tumbuh sehat dan berkelanjutan.
“Jaringan yang luas memberikan keunggulan bagi kami dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Ini adalah peluang dan tantangan bagi BSI untuk mempertahankan posisinya,” kata Saladin.