RedaksiHarian – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah mewujudkan agenda Indonesia Emas 2045.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kami dari Hipmisiap membantu pemerintah dalam rangka mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkarakter serta berkelanjutan untuk memastikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” kataKetua Bidang II Keuangan, Perbankan & Perencanaan Pembangunan BPP HipmiVasko Ruseimy dalam audiensidengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, dikutip dari keterangan resmi, di Jakarta, Selasa.
BPP Hipmi, kata dia pula, melihat Indonesia Emas 2045 merupakan sesuatu yang baik untuk iklim perekonomian Tanah Air, mengingat visi tersebut dipandang sebagai jalan keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).
Visi tersebut dianggap tidak bisa direalisasikan oleh pemerintah atau Kementerian PPN/Bappenas saja. Pasalnya, kataVasko, dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak untuk mengejar Indonesia Emas 2045, dan Hipmisiap menjadi mitra pemerintah untuk mengejar target tersebut.
“Dalam visi ini terdapat transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola, sehingga banyak PR (pekerjaan rumah) yang perlu dikejar oleh pemerintah. Contohnya adalah transformasi ekonomi, pertumbuhan Indonesia harus mampu mencapai 7 persen atau paling sedikit 6 persen di tahun 2041 agar bisa keluar dari middle income trap dan peran pengusaha sangat krusial di sini, apalagi untuk penyerapan tenaga kerjanya,” kata dia.
Selain membahas mengenai Indonesia Emas 2045, pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas juga dimanfaatkan BPP Hipmiuntuk menyampaikan mengenai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Hipmisangat mengapresiasi pembangunan IKN yang dari hari ke hari menunjukkan progres positif. Kami melihat pembangunan IKN ini memang penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang mengejar green economy dan mampu merealisasikan penyebaran kesejahteraan ke wilayah timur, sehingga menghilangkan pandangan bahwa mesin ekonomi Indonesia hanya di Jawa semata,” ujarnya pula.