RedaksiHarian – Salju yang berada di puncak Gunung Jaya Wijaya, Pegunungan Cartenz, Papua terancam punah akibat perubahan iklim yang saat ini tengah terjadi.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati menyatakan mencairnya lapisan es yang menyelimuti puncak Gunung Jaya Wijaya dikhawatirkan mempercepat kepunahan ‘ salju abadi’ itu.

“Fenomena El Nino yang terjadi tahun ini berpotensi mempercepat punah tutupan es di puncak Jaya itu,” kata Dwikorita.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, fenomena El Nino juga berdampak besar bagi kehidupan yang ada di wilayah tersebut.

“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” ujar Dwikorita sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis, 24 Agustus 2023.

Berdasarkan pantauan BMKG , dalam beberapa dekade terakhir kondisi salju di puncak Jaya Wijaya terus mencair.

Bahkan pada 2015-2016 penipisan es di puncak Jaya Wijaya mencapai hingga 5 meter per tahun akibat fenomena El Nino kuat.

“Tebal es pada 2010 diperkirakan mencapai 32 meter, namun pada 2010 hingga 2015 terjadi laju penipisan es hingga 1 meter per tahun,” ujarnya.

Untuk itu, Dwikorita meminta pemerintah dan masyarakat mulai melakukan upaya mitigasi terhadap perubahan iklim tersebut. Salah satunya dengan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca dan penerapan energi baru dan atau terbarukan.

“Kita perlu terus menjaga dan mengendalikan laju kenaikan suhu dengan cara mentransformasikan energi fosil menjadi energi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Fenomena salju yang menutupi puncak Gunung Jaya Wijaya menarik perhatian kalangan ilmuwan, peneliti hingga pecinta alam.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis.

Adanya salju di puncak ketinggian 4.884 mdpl tersebut diakibatkan oleh temperatur yang sangat dingin.

Sebab temperatur udara akan turun 1 derajat Celsius di setiap ketinggian 100 meter.

Keberadaan salju abadi itu lantas menjadi kebanggaan Indonesia karena termasuk fenomena langka.***