RedaksiHarian – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong optimalisasi pengasuhan bayi yang benar pada masa 6 bulan awal kehidupan melalui Bina Keluarga Balita Holistik Integratif, wadah penting pada periode kritis dalam siklus kehidupan manusia.
“Apabila pada masa tersebut anak tidak mendapatkan pengasuhan dengan baik, maka akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan (di masa depan),” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.Dalam keseluruhan siklus hidup manusia, Hasto mengatakan usia 6 bulan pertama merupakan periode kritis bagi perkembangan otak atau lebih dikenal dengan periode emas.Periode ini, sambungnya, harus dioptimalkan dengan menjaga kesehatan, status gizi anak, memberikan stimulasi yang mencukupi dan menyediakan lingkungan yang mendukung.”Siapa yang mengajari sebanyak dua juta lebih sedikit keluarga yang punya bayi usia kurang dari 6 bulan? apakah semua bisa datang ke Puskesmas hanya untuk diajari? Biasanya hanya datang untuk berobat, jarang sekali khusus konseling untuk ASI Eksklusif. Nah, BKB HI sebetulnya menjadi jawabannya,” ujar Hasto.Karena itu, Hasto mengatakan Kader BKB HI merupakan salah satu komponen yang memiliki peran aktif bersama orangtua dalam memberikan optimalisasi tumbuh kembang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kegiatan pengasuhan yang berkesinambungan.“Marilah kita cari solusi melalui BKB HI, beri dampak nyata yang bisa dilihat, yaitu meningkatkan kemampuan mencapai ASI eksklusif,” ujar Hasto.Hasto menilai BKB HI merupakan wadah yang penting dalam periode kritis. Oleh karena itu dia mengimbau para kader BKB HI dapat mendampingi ibu menyusui sampai sukses memberikan ASI eksklusif selama 24 bulan.”Mungkin kalau di Posyandu lebih fokus pada pengukuran, penimbangan berat badan, maka di BKB HI ini mestinya to be different. Ada empat hal yang bisa disampaikan kader, yaitu cara menyusui yang baik, cara mengasuh yang baik dengan pendekatan psikologis, cara memberikan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), dan memonitor evaluasi tumbuh kembangnya. Ini lah pentingnya saling melengkapi, tidak overlap,” tutur Hasto.Melalui program BKB HI, BKKBN terus menerus mendorong dan mendampingi para petugas lini lapangan di daerah untuk menggerakkan masyarakat melakukan aksi nyata dalam mengedukasi keluarga dalam pengasuhan anak.