
RedaksiHarian – Seorang pria berusia 45 tahun membuat heboh satu pesawat setelah mengaku membawa bahan peledak saat berada di pesawat Malaysia Airlines . Pesawat yang hendak berangkat dari Sydney menuju Kuala Lumpur tersebut batal dan putar balik ke Sydney.
Polisi Australia pun menuntut pria tersebut lantara membuat pengakuan palsu mengenai ancaman untuk merusak pesawat dan tidak menuruti instruksi keselamatan awak kabin pada Selasa, 15 Agustus 2023.
Menurut Polisi Federal Australia , pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda 15.000 dola Australia atau sekira Rp149.7 juta.
Pria tersebut berada di pesawat MH122 yang akan meninggalkan Sydney pada Senin kemarin menuju Malaysia. Namun, tiga jam kemudian pesawat itu kembali lagi lantaran salah satu penumpang menjadi “gangguan”.
Penumpang dan awak pesawat dievakuasi setelah dinyatakan aman dan pria tersebut ditahan tanpa adanya perlawanan. Dia dijadwalkan akan sidang hari ini.
Polisi Australia tidak memberikan keterangan terkait asal negara pria tersebut.
Akibat insiden itu, sebanyak 32 penerbangan domestik dibatalkan dan yang lainnya delay hingga 80 menit. Akan tetapi, tidak ada pembatalan penerbagan internasional menurut bandara Sydney.
Larangan bercanda atau bergurau bom menjadi bagian dari upaya yang luas guna melawan ancaman keamanan. Adapun empat alasan tindakan semacam itu sangat dilarang dan dianggap serius.
Pesawat merupakan lingkungan yang sangat sensitif dan rentan terhadap ancaman keamanan. Setiap pernyataan atau tindakan yang terkait dengan bom atau ancaman lainnya dapat menyebabkan kepanikan di antara penumpang, kru dan petugas keamanan.
Hal ini bisa mengganggu proses penerbangan, menyebabkan keterlambatan dan mengakibatkan kerugian besar.
Ancaman terorisme adalah kenyataan yang harus ditangani dengan sangat serius. Maskapai penerbangan dan otoritas keamanan memiliki protokol ketat untuk menangani situasi seperti ini.
Setiap pernyataan atau tindakan yang terkait dengan bom , terorisme, atau ancaman serius lainnya akan mengaktifkan prosedur darurat dan mengakibatkan penanganan yang intensif oleh aparat keamanan. Dampaknya, penumpang yang bersangkutan ditahan dan diselidiki secara hukum.
Bercanda atau bergurau tentang bom di pesawat dapat menyebabkan ketakutan, stress dan kecemasan yang tak perlu di antara penumpang lainnya. Pesawat adalah lingkungan yang terbatas, tegang dan penumpang harus merasa aman dan nyaman selama penerbangan.
Tindakan dimaksud tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius pada penumpang lainnya.
Bercanda atau bergurau tentang bom di pesawat adalah pelanggaran serius terhadap hukum di banyak yurisdiksi. Setiap tindakan semacam itu dapat mengakibatkan penumpang yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana, termasuk penahanan, denda, atau bahkan penuntutan hukum.
Hukum dan peraturan yang melarang tindakan semacam itu ada untuk melindungi keamanan dan kesejahteraan semua penumpang.***