RedaksiHarian – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada Rabu (1/11) mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengembangkan strategi nasional untuk melawan Islamofobia di AS.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya gelombang kritik dari warga Muslim Amerika atas dukungan pemerintahan Biden terhadap serangan Israel di Jalur Gaza dan penolakannya untuk gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas.

Gedung Putih dalam pernyataannya mengatakan bahwa strategi itu akan dipimpin oleh Dewan Kebijakan Domestik dan Dewan Keamanan Nasional, bekerja sama dengan para pemimpin masyarakat, advokat, anggota Kongres, dan pihak-pihak lainnya untuk melawan Islamofobia dan segala bentuk kebencian di AS.

“Pengumuman hari ini adalah langkah terbaru … untuk membentuk kelompok antarlembaga guna meningkatkan dan mengoordinasikan upaya pemerintah AS dengan lebih baik dalam melawan Islamofobia, antisemitisme, dan bentuk-bentuk bias dan diskriminasi lainnya di Amerika Serikat,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre dalam sebuah pernyataan.

“Kami akan terus berupaya untuk memastikan setiap warga Amerika memiliki kebebasan untuk menjalani hidup mereka dengan aman dan tanpa rasa takut terhadap cara mereka berdoa, apa yang mereka yakini, dan siapa mereka,” sambungnya.