redaksiharian.com, Bandung – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola seorang pria, setelah videonya berjoget di area dapur menjadi viral di media sosial.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan hanya karena video viral, tetapi juga berdasarkan temuan pelanggaran teknis saat tim melakukan inspeksi langsung ke lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa tata letak dapur tidak sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga dinilai tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Video yang beredar menunjukkan pria tersebut—yang disebut sebagai mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—melakukan aksi berjoget di dalam ruangan berlogo BGN hingga ke area dapur tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).

Menurut Nanik, tindakan tersebut melanggar standar operasional, khususnya terkait kebersihan dan keamanan dalam proses pengolahan makanan.

Ia menyampaikan kekecewaannya atas sikap mitra tersebut, mengingat dapur MBG memiliki standar ketat demi menjamin kualitas makanan bagi masyarakat penerima manfaat.

BGN pun telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk menemui yang bersangkutan. Dalam pertemuan tersebut, mitra pengelola telah diberikan teguran keras atas pelanggaran yang dilakukan.

Selain perilaku yang dinilai tidak pantas, kondisi fisik dapur juga menjadi sorotan. BGN menilai masih terdapat sejumlah aspek yang belum memenuhi standar, terutama terkait penataan ruang dan sistem pengelolaan limbah.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan program MBG. BGN menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh SPPG agar operasionalnya tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.