RedaksiHarian – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) saling belajar pengelolaan zakat yang ada di Indonesia dan Negeri Kedah, Malaysia.

Ketua Baznas RINoor Achmad mengatakan mereka belajar banyak dan mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana model-model dan jenis-jenis pengumpulan zakat. Sekaligus belajar bagaimana model pendistribusiannya.

“Dan ilmu yang kami peroleh di sini Insya Allah juga akan kami terapkan di Indonesia,” katanya usai audiensi dengan Ketua Eksekutif LZNKDato’ Zakaria Othman dan jajarannya di Menara Zakat, Alor Setar, Kedah, Jumat.

Dalam pertemuan itu ia sempat mengajukan tiga pertanyaan. Pertama, perihal keberadaan lembaga audit dari pengelolaan zakat di Kedah. Kedua, kewajiban membayar zakat bagi aparatur sipil negara (ASN). Ketiga, jenis-jenis zakat yang dibayarkan.

Kiai Noor mengatakan penerapan zakat pertanian dan perkebunan di Indonesia masih sulit dilaksanakan. Karena itu pihaknya juga ingin belajar bagaimana penerapannya di Kedah.

Sementara ituKetua Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Kedah Dato’ Zakaria Othman mengatakan telah menerima informasi dan pengarahan dari Baznas yang sangat tertarik dengan beberapa paparanmengenai apa yang telah dilaksanakan di Indonesia.

Baik dari segi pengumpulan zakatmaupun pengumpulan sedekah, zakat fitrah, hingga dam haji. “Ini memberi satu inovasi kepada kami untuk belajar,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bersedia bekerja sama dengan Baznasdengan apa yang mereka punya. Mereka dapat bagikan, kolaborasi, untuk memastikan kedua negara, khususnya Negeri Kedah, dapat berbagi pengalaman dan kepakaran

Kiai Noor yang hadir bersama pimpinan Baznas mengundang Dato’ Zakaria beserta jajarannya untuk datang ke Jakarta, mendiskusikan lebih lanjut kerja sama yang dapat dilaksanakan kedua lembaga zakat tersebut.