RedaksiHarian – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), sebesar Rp367.438.952.097 dalam satu dekade atau pada periode tahun 2013 hingga akhir Agustus 2023.

“Zakat, infak, dan sedekah, yang kami himpun itu disalurkan untuk mengatasi berbagai masalah sosial,” kata Ketua Baznas Jawa Tengah (Jateng) KH Ahmad Darodji di Semarang, Jumat.

Dengan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah itu, Baznas terus didorong oleh Pemprov Jateng untuk berkolaborasi menangani berbagai masalah sosial seperti penanganan masalah kemiskinan dengan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain bantuan RTLH dan beberapa bantuan yang bersifat konsumtif lainnya, Baznas Jateng juga berkontribusi memberikan beragam pelatihan kepada ribuan masyarakat di 35 kabupaten/kota.

Pihaknya sudah melatih sebanyak 11.007 orang melalui pelatihan yang disesuaikan potensi dan kemampuan masyarakat.

“Hingga saat ini tercatat Baznas Jateng memiliki 17 macam program pelatihan keterampilan, diantaranya pelatihan kerajinan bambu, laundry, cukur rambut, nyetir mobil, budi daya ikanlele,” ujarnya.

Baznas Jateng juga memberikan pelatihan bersertifikasi kepada 2.000 tenaga konstruksi.

“Hasilnya ada berapa puluh yang sudah bekerja di luar negeri seperti Arab, Malaysia, Filipina, dan Singapura, karena tenaga yang kita latih bersertifikat dari Kementerian PUPR jadi bisa kerja konstruksi di mana-mana,” katanya.

Baznas Jateng juga memberikan bantuan modal bagi pelaku UMKM guna memberi stimulan agar pelaku UMKM bisa lebih berkembang dengan pendampingan oleh penyuluh agama dari KUA setempat.