
RedaksiHarian – Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Senin, 26 Juni 2023 menemukan bahwa lumba-lumba wanita berjenis Bottlenose mengubah nada suaranya saat berbicara dengan anaknya.
Para peneliti mendengar 19 suara induk lumba-lumba bersiul di Florida ketika para lumba-lumba tersebut sedang bersama anak-anaknya yang masih kecil.
Siulan atau suara lumba-lumba merupakan tanda ataupun sinyal yang unik dan penting. Hal tersebut sama seperti memanggil nama mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
“Mereka menggunakan siulan untuk melacak satu sama lain. Dengan skala berkala, mereka akan memberi tahu satu sama lain, ‘saya di sini, saya di sini,” kata penulis studi Laela Sayigh, seorang ahli biologi kelautan di Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts.
“Hal yang dilakukan oleh 19 induk dari lumba-lumba tersebut dapat dibuktikan melalui penelitian,” kata ahli biologi Peter Tyack, seorang penulis studi dari Universitas St. Andrews di Skotlandia.
Memperoleh data ini bukanlah hal yang mudah. Selama lebih dari sembilan dekade, para ilmuwan menaruh mikrofon yang khusus berkali-kali di badan ibu lumba-lumba liar yang sama, baik saat ia memiliki anak ataupun tidak memiliki anak, di Teluk Sarasota, Florida .
Hal tersebut dilakukan supaya para ilmuwan mendapatkan rekaman suara siulan dari lumba-lumba.
Anak lumba-lumba tinggal bersama ibu mereka setidaknya selama 3 tahun di Sarasota, bahkan terkadang dapat lebih lama.
Di sisi lain, ayah lumba-lumba tidak begitu mengambil peran yang berkepanjangan dalam mengasuh anak-anaknya.
“Kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, data ini merupakan hal yang hebat,” kata Mauricio Cantor, seorang ahli biologi kelautan dari Universitas Oregon State.
Penelitian sejak 1980-an menunjukkan bahwa bayi manusia mungkin lebih menggunakan nada bicara yang lebih besar.
Untuk studi lumba-lumba, para peneliti hanya berfokus pada tanda siulan, jadi mereka tidak tahu apakah lumba-lumba juga menggunakan bahasa bayi untuk saling berkomunikasi atau apakah itu membantu keturunan mereka belajar “berbicara” seperti yang terlihat pada manusia. (Vienasella Sriputri)***