redaksiharian.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok LPG di dalam negeri tetap aman meski terjadi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Bahlil menyebut bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan impor LPG dari wilayah Timur Tengah ke beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia, sebagai antisipasi potensi gangguan pasokan.
“LPG saat ini insya Allah tetap aman, karena yang sebelumnya dari Middle East sudah kita alihkan ke negara lain, seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lain,” ujar Bahlil saat ditemui di kantornya pada Senin (6/4).
Ia menambahkan bahwa diversifikasi sumber impor ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah kondisi global yang dinamis. Skema serupa juga telah diterapkan pada impor minyak mentah.
“Ini sama dengan pengalihan pasokan crude dari Middle East ke beberapa negara di Afrika, seperti Angola dan Nigeria,” jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan BBM, pemerintah berencana mengalihkan impor ke negara-negara yang tidak melalui jalur Selat Hormuz, termasuk Rusia, meski keputusan final masih menunggu.
“Kalau sudah ada keputusan, nanti saya kabari,” tambah Bahlil.
Ia menekankan bahwa di tengah situasi global yang tidak pasti, pemerintah saat ini tidak bisa memilih-milih sumber impor BBM. Prioritas utama adalah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.
“Sekarang kita harus selalu membuka opsi dari negara mana saja. Yang penting pemerintah bisa menjamin ketersediaan BBM, jadi jangan pilih-pilih sekarang. Yang penting ada pasokan dari negara mana saja,” tegas Bahlil.