RedaksiHarian – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengadakan pertunjukan musik OneBeatBorneo untuk mengeksplorasi masalah sosial dan lingkungan di Kalimantan dengan mengumpulkan 12 musisi dari tiga negara dimana kegiatannya diselenggarakan di Pontianak.

“Melalui program OneBeatBorneo orang Indonesia dan musisi dari seluruh dunia bisa belajar dan bertemu dengan musisi di sana dan membuat musik pada waktu itu,” kata Konselor Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS di Jakarta, JasonRebholzsaat jumpa pers di Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan OneBeat Borneo digelar di Kafe Port99 di Pontianak, pada Sabtu 26 Agustus 2023. Kegiatan pertama kali diadakan di Indonesia bersama dengan musisi dari Malaysia dan Amerika Serikat.

OneBeatBorneomerupakan program inisiatif dari Deplu AS yang menggunakan kolaborasi musik untuk mengeksplorasi masalah sosial dan lingkungan di Kalimantan.

“Kami bekerja sama dengan Indonesia dan semua rekan dalam bidang ini berkaitan dengan lingkungan dan kebudayaan yang terjadi saat ini,” kata dia lagi.

Sementara itu, Direktur ArtistikOneBeat,Nursalim YadiAnugerah mengatakan pihaknya mengumpulkan 12 musisi dari tiga negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan, berkumpulnya para musisi untuk melihat permasalahan yang dihadapi seperti permasalahan sosial, lingkungan, politik, terutama kebudayaan untuk dipelajari dan alami secara langsung dengan menawarkan gagasan artistik dalam bingkai bunyi.

“Kita juga berkolaborasi dengan seniman dari Yogyakarta Rully Shabara dan komposer asal Malaysia Ng Chor Guan. Selain itu 12 rekan yang bekerja sama di antaranya 8 orang dari Indonesia mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Merauke, Yogyakarta, Bali, Pontianak, 2 orang dari Malaysia dan 2 orang dari Amerika,” katanya lagi.

OneBeat Borneo merupakan program inisiatif dari diplomasi budaya Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Biro Kebudayaan yang diproduksi oleh Bang on a Cna’s Found Sound Nation.