RedaksiHarian – Anak- anak masuk dalam kelompok rentan terkena dampak buruk polusi udara mencekik Jakarta. Oleh karena itu, anak – anak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya tidak dianjurkan untuk mengurangi intensitas bermain di luar ruangan saat polusi udara masih buruk.

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) saat ini menjadi penyakit yang menghantui masyarakat Jakarta dan sekitarnya, terutama anak – anak . Masyarakat melaporkan ISPA merupakan dampak buruk dari polusi udara mencekik di Jakarta.

Oleh karena itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) mengusulkan adanya pemeriksaan kesehatan atau screening kesehatan untuk seluruh anak di DKI Jakarta. Apalagi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya makin memburuk beberapa pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

“ KPAI merekomendasikan, pertama dengan memperkuat screening kesehatan terhadap anak di seluruh wilayah DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua KPAI Jasra Putra pada Senin, 28 Agustus 2023.

Tak hanya pegawai kantoran dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disarankan Work From Home (WFH), anak – anak juga disarankan untuk memanfaatkan fasilitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). KPAI telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

KPAI juga meminta pihak sekolah untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Hal ini merupakan upaya pencegahan yang paling mudah untuk dilakukan.

“Agar satuan pendidikan di sekitaran wilayah penyelenggaraan ASEAN ke-43 dapat dilakukan PJJ secara menyeluruh dengan tetap mempertimbangkan PJJ yang menyenangkan dan berkualitas,” kata Jasra menambahkan.

“Terutama bagi siswa yang akan memulai aktivitas belajar di sekolah sangat rentan terkena paparan polusi udara seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)” ucap Jasra.

Beberapa pekan terakhir, kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya memburuk. Bahkan di akhir pekan, tingkat polusi udara sangat tinggi dan tidak aman bagi kesehatan manusia.

Per Senin, 28 Agustus 2023 pagi, Jakarta berada di urutan kelima sebagai negara dengan polusi udara tertinggi di dunia versi IQ Air. Berdasarkan data dari IQ Air, indeks kualitas udara Jakarta mencapai 121.

Polusi udara mencekik di Jakarta bukan hanya disebabkan karena asap kendaraan saja. Pasalnya, aktivitas sejumlah industri yang melanggar aturan disebut jadi pemicu utamanya.

Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan sanksi terhadap 11 industri di Jabodetabek dan sekitarnya karena melanggar aturan. 11 industri tersebut terdiri dari industri stockpile batu bara hingga industri arang.***