redaksiharian.com, Jakarta – Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, mengungkapkan bahwa aktivis KontraS, Andrie Yunus, masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami serangan penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.
Fatia menyebutkan bahwa Andrie telah menjalani sekitar lima kali tindakan operasi, baik pada bagian kulit maupun mata. Untuk area kulit, dokter melakukan prosedur skin graft atau pencangkokan kulit, dengan mengambil jaringan dari paha untuk menutupi luka di area dada, leher, hingga lengan.
Ia juga menambahkan bahwa proses pemulihan Andrie masih akan berlangsung cukup lama. Dalam beberapa bulan ke depan, pasien tersebut masih harus menjalani perawatan lanjutan, termasuk rencana operasi lanjutan pada mata sekitar empat bulan mendatang.
Kondisi mata kanan Andrie dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat cairan asam yang sangat pekat. Akibatnya, penglihatannya di mata tersebut terancam hilang karena kerusakan jaringan yang parah.
Sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada malam hari, 12 Maret, yang kemudian membuat korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak Puspom TNI kemudian menangkap empat orang terduga pelaku yang merupakan anggota militer. Mereka diketahui berasal dari Detasemen Markas Bais TNI dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Setelah proses penyelidikan selesai, berkas perkara para tersangka telah dilimpahkan ke Oditurat Militer untuk ditelaah lebih lanjut. Apabila dinyatakan lengkap, kasus ini akan dilanjutkan ke persidangan di pengadilan militer.