redaksiharian.com, Semarang – Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation, Windsor Paul, menjelaskan bahwa persoalan dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi yang melibatkan tim nasional Malaysia national football team tidak dapat disamakan dengan kasus yang pernah menimpa Timor-Leste national football team.

Isu terkait dokumen naturalisasi pemain Malaysia menjadi perhatian sejak September 2025. Kasus ini mengingatkan publik pada skandal yang terjadi pada Timor Leste beberapa tahun lalu.

Pada 2017, Timor Leste terseret kasus penggunaan 12 pemain kelahiran Brasil yang ternyata tidak memenuhi syarat administrasi. Akibatnya, tim tersebut mendapat sanksi berat dari AFC.

Selain dilarang mengikuti Kualifikasi AFC Asian Cup 2023, sebanyak 29 pertandingan yang melibatkan pemain-pemain tersebut juga dinyatakan tidak sah.

Federasi sepak bola Timor Leste juga menerima hukuman tambahan berupa denda serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola bagi dua pejabat federasi, yaitu Amandio de Araujo Sarmento dan Gelasio de Silva Carvalho.

Hingga saat ini, AFC belum menjatuhkan sanksi kepada Football Association of Malaysia maupun tim nasional Malaysia. Namun Windsor Paul memberi sinyal bahwa situasi yang dihadapi Malaysia berbeda dengan kasus Timor Leste.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar Malaysia masih memiliki kesempatan untuk tetap tampil dalam Kualifikasi AFC Asian Cup 2027.

Menurutnya, dalam kasus Timor Leste, pelanggaran baru terungkap setelah kompetisi berakhir sehingga komite disiplin tidak bisa menjatuhkan hukuman untuk pertandingan yang sudah berlangsung.

Karena itu, sanksi yang diberikan lebih bersifat ke depan, yakni larangan berpartisipasi pada edisi kualifikasi berikutnya.

Sementara itu, dalam kasus Malaysia, dugaan pelanggaran ditemukan ketika kompetisi masih berlangsung.

Paul menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat penanganan kasus Malaysia tidak dapat disamakan dengan Timor Leste.

Saat ini Malaysia masih memiliki satu pertandingan tersisa di Kualifikasi Piala Asia 2027, yaitu menghadapi Vietnam national football team pada laga tandang yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2026.

Sebelumnya, Malaysia diketahui menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang diduga terkait dengan pemalsuan dokumen dalam pertandingan melawan Nepal national football team dan Vietnam pada Maret 2025.