redaksiharian.com – Total sudah 172 Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali dipulangkan dari Kamboja secara bertahap, setelah pada bulan Agustus pemerintah merepatriasi 241 PMI.

Kementerian Luar Negeri menyatakan kasus penipuan kerja ini menjadi darurat nasional Indonesia.

Terbaru, KBRI Phnom Penh dan Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri kembali kembali merepatriasi sebanyak 52 PMI Bermasalah (PMIB), Minggu (23/10/2022).

Repatriasi tersebut merupakan pemulangan gelombang kedua yang dilakukan Kemlu pada bulan Oktober 2022.

“Sebelumnya pada 13 Oktober 2022, sebanyak 20 PMIB telah berhasil dipulangkan ke Indonesia,” kata Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Pelindungan WNI KBRI Phnom Penh, Rosie Anjani dalam keterangannya, Senin (24/10/2022).

Adapun 52 dan 20 PMIB yang dipulangkan pada bulan Oktober tersebut merupakan bagian dari semesta 172 PMIB yang penanganan kasusnya sedang dilakukan oleh KBRI Phnom Penh.

Rosie menyebut permasalahan ini sudah menjadi darurat nasional di Indonesia.

Sebab banyak pihak yang memanfaatkan kesulitan ekonomi pasca pandemi dengan menawarkan iming-iming pekerjaan di Kamboja bergaji besar melalui proses rekrutmen yang instan.

“Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam melakukan pencegahan agar Saudara-saudara kita di Indonesia tidak terus-terusan terjebak dan menjadi korban eksploitasi dari para sindikat perekrut,” ujarnya.

Keseluruhan PMIB telah melalui proses asesmen dan hampir seluruhnya dinyatakan terindikasi sebagai korban dari TPPO .

Sebelumnya pada bulan Agustus 2022, Kemlu telah memulangkan sebanyak 241 PMIB dari kamboja yang juga memiliki indikasi sama terkait tindak pidana tersebut.

Namun demikian, sayangnya hingga saat ini KBRI Phnom Penh masih menerima banyak aduan dari WNI di Kamboja yang mengaku telah menjadi korban penipuan lowongan kerja.

“Kedatangan para WNI tersebut ke Kamboja berujung pada eksploitasi para WNI yang akhirnya dipekerjakan sebagai scammer daring untuk menawarkan investasi palsu,” ujarnya.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada para PMIB, para WNI menyatakan memiliki alasan yang valid terkait kedatangannya ke Kamboja untuk mencari nafkah.

Sebagian mengaku karena kehilangan pekerjaan semasa pandemik, usaha yang pailit, hingga para lulusan sekolah menengah ataupun perguruan tinggi yang kesusahan mencari lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Tak bosan KBRI Phnom Penh terus mengingatkan agar masyarakat di Indonesia tidak mudah percaya dengan tawaran kerja di luar negeri yang disebarkan melalui media sosial. Selain itu, pemberangkatan kerja PMI ke luar negeri yang dilakukan secara prosedural memerlukan tahapan yang panjang, tidak singkat seperti yang dijanjikan para sindikat perekrut,” ujar Rosie.

3 Bos Judi Online Tiba di Indonesia, Polri Langsung Dalami Peran Pelaku hingga Jaringannya

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

3 Bos Judi Online Tiba di Indonesia, Polri Langsung Dalami Peran Pelaku hingga Jaringannya

Pekerja Migran Ilegal Indonesia Korban Aplikasi Judi Online di Kamboja Kini Dipulangkan ke Tanah Air

4.436 PMI Dipulangkan dalam Kondisi Sakit hingga Meninggal Dunia Sejak 2020, BP2MI: 95 Persen Ilegal

Penyelundupan Sabu di Jeriken dari Malaysia, Terungkap oleh BNNP Jateng

PMI Korban Perusahaan Online Scam Bertambah Jadi 129 Orang, Menlu Retno Temui Mendagri Kamboja

Minta Rp 7 Juta ke Korban, 2 Pelaku Penyelundupan Calon PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap di Batam

Perkara Nutup Pintu Rumah, Bikin Menguras Emosi dan Tenaga

AKBP Dody Prawiranegara Bantah Pernah Diperintah Irjen Teddy Minahasa untuk Jebak Linda di Sumbar

Buntut Pernyataan ‘Siap Nyapres’, Hari Ini Ganjar Pranowo Dipanggil Megawati ke Kantor DPP PDIP

Pj Gubernur DKI Minta Pembangunan Pompa Air Sentiong Ancol Rampung Sebelum Musim Hujan Tahun 2023

Bharada E Beralasan Tak Bisa Tolak Perintah Ferdy Sambo, Keluarga Brigadir J: Ricky Rizal Saja Bisa

Pengakuan Rudolf Ungkap Alasan Bunuh Temannya dan Targetkan 2 Orang Lain, Bermula dari Postingan