redaksiharian.com, Jakarta – Meta dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya biaya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pemangkasan tersebut menjadi bagian dari tren efisiensi yang kembali terjadi di industri teknologi global. Perusahaan-perusahaan besar kini menghadapi tekanan biaya yang tinggi, terutama akibat investasi besar dalam pembangunan infrastruktur AI dan pusat data.
Laporan dari Yahoo Finance menyebutkan bahwa kebijakan ini sudah dipersiapkan sebelumnya, seiring rencana perusahaan melakukan restrukturisasi pada periode musim semi tahun ini.
Selain Meta, Microsoft juga mengambil langkah efisiensi dengan menawarkan program pensiun dini atau buyout kepada sebagian karyawannya. Program ini menyasar sekitar 7 persen pegawai di Amerika Serikat, terutama pada level direktur senior ke bawah.
Program tersebut ditujukan bagi karyawan yang memenuhi kriteria usia dan masa kerja tertentu. Ini menjadi langkah baru bagi Microsoft, setelah sebelumnya juga melakukan PHK dalam jumlah besar pada tahun 2025.
Langkah serupa juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, Google, dan Oracle, yang dalam beberapa waktu terakhir turut mengurangi jumlah tenaga kerja mereka.
Meski melakukan efisiensi, perusahaan-perusahaan tersebut tetap agresif dalam berinvestasi di sektor AI. Diperkirakan, Meta, Microsoft, Amazon, dan Google akan mengalokasikan dana hingga sekitar US$650 miliar pada 2026, terutama untuk pembangunan pusat data dan pengembangan model kecerdasan buatan.
Gelombang PHK ini juga mencerminkan penyesuaian lanjutan pasca pandemi, di mana sebelumnya banyak perusahaan teknologi melakukan ekspansi besar-besaran dalam perekrutan karyawan.
Dari sisi pasar, tekanan juga terlihat pada pergerakan saham. Saham Microsoft tercatat mengalami penurunan sekitar 4 persen pada 23 April dan telah melemah sekitar 15 persen sejak awal tahun. Sementara itu, kinerja saham Meta cenderung stagnan sepanjang periode yang sama.