redaksiharian.com, Jakarta – Pihak kepolisian telah memeriksa majikan dari dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang terlibat dalam insiden lompat dari lantai empat sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap majikan tersebut telah dilakukan pada Kamis (23/4). Namun, ia belum merinci hasil pemeriksaan karena proses pendalaman masih berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya, tepatnya di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Sementara itu, penanganan kasus saat ini masih berada di tingkat kepolisian sektor, meski ada kemungkinan akan diambil alih oleh pihak Polda.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4) malam, ketika dua PRT diduga melompat dari lantai empat indekos di wilayah Benhil. Dalam kejadian itu, satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka serius berupa patah tangan.
Berdasarkan keterangan sementara, kedua korban diduga nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tidak nyaman bekerja dan berusaha melarikan diri. Mereka disebut mencoba kabur bersama sebelum akhirnya melompat dari ketinggian.
Dari pengakuan korban yang selamat, alasan ketidaknyamanan itu berkaitan dengan sikap majikan yang dinilai keras. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut karena proses penyelidikan belum selesai.