redaksiharian.com, Jakarta – Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengalami erupsi pada Kamis (23/4) pagi sekitar pukul 07.21 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 1,8 kilometer di atas puncak kawah.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi, abu berwarna kelabu dengan intensitas cukup pekat terpantau bergerak ke arah barat daya. Kondisi ini berpotensi mengganggu ruang udara di sekitar wilayah penerbangan Maumere.
Petugas pengamat, Emanuel Rofinus Bere, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 43 detik.
Dampak dari letusan tersebut membuat operasional Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda harus dihentikan sementara. Penutupan dilakukan selama dua hari demi menjaga keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik.
Penangguhan aktivitas bandara berlaku sejak Kamis hingga Jumat pagi pukul 06.00 WITA. Keputusan ini diambil setelah jalur penerbangan dan area pendekatan pesawat dinilai terdampak langsung oleh sebaran abu.
Kepala unit penyelenggara bandara, Partahian Panjaitan, menyebutkan bahwa penutupan tersebut mengacu pada pemberitahuan resmi penerbangan (NOTAM) karena kondisi yang dinilai membahayakan operasional.
Akibatnya, sejumlah jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, termasuk rute Maumere–Makassar dan Maumere–Kupang untuk keberangkatan dan kedatangan pada 24 April 2026. Secara keseluruhan, sekitar 122 penumpang harus menunda perjalanan mereka.
Meski berdampak pada mobilitas masyarakat, langkah ini dianggap penting guna memastikan keselamatan penumpang maupun awak pesawat. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada level waspada.