redaksiharian.com, Jakarta – Pakistan mulai mengambil langkah awal untuk kemungkinan menjadi tuan rumah kembali dalam putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang direncanakan berlangsung di Islamabad dalam waktu dekat.
Menurut sumber pemerintah Pakistan, persiapan sudah dimulai sejak Selasa, dengan fokus utama pada pengamanan yang ketat demi menjamin kelancaran pertemuan. Sejumlah pihak di Islamabad memperkirakan perundingan lanjutan itu dapat digelar pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.
Lokasi yang sebelumnya digunakan pada putaran pertama perundingan di Islamabad disebut-sebut akan kembali dipakai sebagai tempat menginap para delegasi dari kedua negara.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kemungkinan akan kembali memimpin delegasi masing-masing. Selain itu, ada peluang pertemuan tingkat teknis atau pembicaraan awal antara pejabat kedua negara sebelum pertemuan utama digelar.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar saat ini tengah melakukan kunjungan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, hingga Sabtu (18/4). Kondisi ini membuat kemungkinan digelarnya pertemuan tingkat tinggi dalam waktu sangat dekat menjadi relatif kecil.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimisme bahwa dialog langsung dengan Iran dapat segera dilanjutkan. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan adanya perkembangan dalam beberapa hari ke depan, termasuk opsi pembicaraan melalui Pakistan.
Namun, jadwal tersebut tampaknya sulit terealisasi dalam waktu secepat itu.
Dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan konflik bersenjata dan tetap mengutamakan jalur diplomasi. Ia menyatakan bahwa Iran terbuka terhadap dialog dan kerja sama yang konstruktif dengan negara lain, tetapi menolak segala bentuk tekanan atau upaya pemaksaan.
Menurutnya, rakyat Iran tidak akan menerima pendekatan yang bersifat memaksa terhadap kedaulatan negara mereka.
Pada putaran sebelumnya, Pakistan telah menjadi tuan rumah perundingan tingkat tinggi yang juga dipimpin oleh Vance dan Ghalibaf, meskipun belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Peran Pakistan sebagai mediator dinilai cukup penting, terutama setelah sebelumnya membantu memfasilitasi gencatan senjata selama dua pekan antara AS-Israel dan Iran pada 8 April, yang hingga kini masih berlangsung.
Konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai sejak 28 Februari telah menimbulkan korban jiwa sekitar 3.300 orang di Iran serta menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi. Situasi ini turut memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan berdampak pada pasokan energi global.