redaksiharian.com, Jakarta – Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, secara terbuka menyampaikan rencana negaranya untuk memperluas wilayah hingga mencakup Gaza, Lebanon, dan Suriah. Ia juga menyinggung upaya untuk menghapus keberadaan negara Palestina yang kini semakin mendapat pengakuan internasional.

Dalam pernyataannya, Smotrich menyebut bahwa Israel memiliki tujuan memperluas batas wilayah ke sejumlah kawasan, termasuk Jalur Gaza di Palestina, sebagian wilayah Lebanon, hingga area di Suriah.

Saat berbicara dalam sebuah acara peresmian permukiman baru, ia menjelaskan bahwa strategi Israel tidak hanya berfokus pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup langkah politik. Ia menegaskan bahwa ke depan akan ada kebijakan politik yang mendukung ekspansi wilayah tersebut.

Menurutnya, rencana itu mencakup perluasan ke wilayah Gaza, kemudian ke Lebanon hingga mencapai Sungai Litani sebagai batas yang dianggap strategis, serta ke Suriah hingga kawasan tertentu yang dinilai penting untuk keamanan.

Smotrich beralasan bahwa langkah-langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat posisi keamanan Israel secara keseluruhan.

Selain itu, ia juga menyinggung situasi di Tepi Barat dan kembali menyuarakan gagasan untuk menghapus konsep negara Palestina. Ia menyatakan bahwa proses diplomatik yang sedang berlangsung akan mengarah pada penghapusan ide tersebut.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya operasi militer Israel di kawasan. Sejak awal Maret, serangan ke wilayah Lebanon dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa yang besar.

Di sisi lain, Israel juga terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023 serta mempertahankan pendudukan di Tepi Barat. Selain itu, serangan ke wilayah Suriah juga beberapa kali dilakukan dengan alasan melindungi komunitas Druze.

Ketegangan antara Israel dan Suriah sendiri telah berlangsung lama, terutama terkait sengketa wilayah Dataran Tinggi Golan.