redaksiharian.com, Jakarta – Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mengkaji kemungkinan menarik Amerika Serikat dari aliansi militer NATO menyusul dinamika konflik dengan Iran.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa pertimbangan tersebut muncul karena negara-negara sekutu dinilai tidak memenuhi harapan dalam situasi tertentu. Ia mengutip pernyataan Trump yang menyebut NATO telah diuji namun tidak menunjukkan hasil yang memuaskan.
Leavitt juga menyoroti bahwa selama beberapa waktu terakhir, aliansi tersebut dianggap tidak memberikan dukungan yang sepadan kepada AS, meskipun Washington berkontribusi besar dalam pembiayaan pertahanan kolektif.
Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, isu kekecewaan AS terhadap sikap negara-negara anggota NATO menjadi salah satu topik utama.
Ketegangan dipicu antara lain oleh penolakan sebagian anggota NATO untuk membantu operasi pengamanan kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.
Situasi kawasan semakin kompleks setelah konflik antara AS dan Israel dengan Iran berdampak pada penutupan sementara jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena wilayah tersebut merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Dalam wawancara usai pertemuan, Rutte mengakui adanya kekecewaan dari pihak Trump. Meski demikian, ia menyebut Trump tetap terbuka untuk mendengarkan penjelasan terkait sikap negara-negara anggota NATO.
Hubungan antara AS dan NATO sendiri telah mengalami ketegangan sejak Trump kembali menjabat pada 2025. Ia beberapa kali mengkritik ketidakseimbangan kontribusi anggaran pertahanan di antara anggota aliansi.
Trump menilai bahwa AS selama ini menanggung beban finansial yang lebih besar dibanding negara lain. Sebagai respons, pada pertemuan puncak NATO pertengahan 2025, negara-negara anggota sepakat meningkatkan kontribusi pertahanan hingga lima persen dari produk domestik bruto masing-masing secara bertahap.
Selain itu, gesekan juga muncul akibat wacana Trump terkait Greenland, yang sempat memicu kekhawatiran negara-negara Eropa hingga meningkatkan kehadiran militer di wilayah tersebut.
Laporan media menyebutkan bahwa sebagai bentuk kekecewaan, Trump juga mempertimbangkan untuk menarik pasukan AS dari sejumlah negara anggota NATO yang dinilai kurang mendukung kepentingan Washington.