redaksiharian.com, Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, bersama Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dijadwalkan memimpin delegasi masing-masing dalam perundingan damai yang akan berlangsung di Islamabad.
Negosiasi yang difasilitasi oleh Pakistan tersebut direncanakan mulai digelar pada Jumat (10/4). Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Vance akan memimpin delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, mengungkapkan melalui media sosial bahwa Ghalibaf dijadwalkan tiba di Islamabad pada Kamis malam waktu setempat.
Moghadam juga menyoroti adanya keraguan di kalangan masyarakat Iran terkait proses ini, terutama karena tudingan bahwa Israel kerap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Meski begitu, Iran tetap memenuhi undangan dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, untuk melanjutkan dialog yang didasarkan pada sepuluh poin usulan dari Teheran.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, termasuk pembukaan sementara jalur pelayaran di Selat Hormuz, ketika konflik memasuki hari ke-40.
Namun, situasi kembali memanas setelah Ghalibaf menuding Israel melanggar kesepakatan tersebut melalui serangan di Lebanon. Iran dan Pakistan memandang bahwa gencatan senjata juga mencakup wilayah Lebanon.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berlaku untuk operasi militer yang menargetkan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Menjelang perundingan tingkat tinggi ini, otoritas di Islamabad menetapkan hari libur lokal sebagai bagian dari langkah pengamanan. Meski demikian, layanan penting seperti kepolisian, rumah sakit, serta pasokan listrik dan gas tetap beroperasi seperti biasa.
Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk menyesuaikan aktivitas mereka selama berlangsungnya agenda diplomatik tersebut.