redaksiharian.com, Jakarta – Sebanyak lima desa di Kabupaten Aceh Tengah kembali mengalami keterisolasian setelah jembatan darurat yang menjadi akses utama rusak akibat banjir susulan sejak Senin (6/4).
Desa-desa yang terdampak meliputi Terang Engon di Kecamatan Silih Nara, serta Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara yang berada di Kecamatan Ketol. Saat ini, seluruh wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabencana pada akhir November 2025 kembali mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.
Ia menyebutkan bahwa putusnya jembatan tersebut menyebabkan akses menuju Desa Terang Engon di Kecamatan Silih Nara serta beberapa desa di Kecamatan Ketol kembali terhambat total.
Adapun jembatan yang terdampak berada di wilayah Terang Engon, termasuk jembatan Simpil di Kecamatan Linge dan jembatan Berawang Gajah.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan warga di lima desa yang terisolir tersebut.
Ia mengakui bahwa akses untuk kendaraan berat masih belum memungkinkan, namun bantuan logistik tetap diupayakan agar dapat menjangkau masyarakat terdampak.
Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyiagakan alat berat di lokasi terdampak banjir dan longsor.
Safrizal menegaskan bahwa perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Jika akses yang telah diperbaiki kembali rusak akibat kondisi cuaca atau banjir susulan, maka perbaikan akan segera dilakukan kembali.