redaksiharian.com, Jakarta – Iran mengumumkan telah berhasil menjatuhkan dua pesawat militer Amerika Serikat pada Jumat (3/4). Selain jet tempur F-15, pesawat serang darat A-10 Warthog juga disebut menjadi target yang berhasil dilumpuhkan.
Menurut keterangan juru bicara markas militer pusat Iran, jet F-15 ditembak jatuh di kawasan barat daya Iran. Sementara itu, pesawat A-10 dilaporkan dijatuhkan di sekitar wilayah strategis Selat Hormuz.
Laporan media internasional menyebutkan bahwa pilot pesawat A-10 berhasil selamat. Namun, kondisi salah satu awak F-15 masih belum diketahui secara pasti. Beberapa media Amerika Serikat menyatakan satu kru telah ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan satu lainnya masih dalam proses pencarian.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi adanya insiden tersebut, tetapi menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi antara kedua negara. Ia bahkan menyebut situasi yang terjadi sebagai bagian dari kondisi perang.
Media pemerintah Iran turut merilis foto-foto puing pesawat F-15 yang jatuh. Dalam gambar tersebut terlihat kursi pelontar beserta parasut, yang mengindikasikan awak sempat melakukan evakuasi sebelum pesawat hancur.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, turut menanggapi insiden ini dengan sindiran terhadap pernyataan Trump sebelumnya yang sering mengklaim kemenangan. Ia menyebut situasi ini sebagai bukti bahwa konflik tidak berjalan sesuai klaim tersebut.
Pihak berwenang Iran juga mengimbau masyarakat untuk membantu menemukan awak pesawat yang selamat. Bahkan, pemerintah daerah setempat menjanjikan imbalan bagi warga yang berhasil menemukan kru tersebut.
Seorang jurnalis yang melaporkan dari Teheran menyebut keberhasilan ini diklaim sebagai hasil dari pengembangan sistem pertahanan baru Iran, yang dikembangkan setelah konflik sebelumnya. Sistem ini disebut telah diperkenalkan sejak pertengahan Maret.
Suasana Perayaan di Iran
Di sisi lain, laporan dari lapangan menunjukkan adanya perayaan di berbagai wilayah Iran setelah kabar jatuhnya pesawat AS tersebut. Warga terlihat turun ke jalan dan merayakan apa yang mereka anggap sebagai keberhasilan militer negaranya.
Menurut laporan jurnalis Al Jazeera, suasana perayaan kali ini terasa berbeda karena dipenuhi semangat baru. Warga menganggap kejadian ini sebagai bukti bahwa kemampuan militer Iran tidak bisa diremehkan.
Masyarakat juga menyampaikan pesan bahwa mereka masih memiliki kekuatan tambahan yang belum sepenuhnya digunakan dalam konflik. Hal ini dianggap sebagai peringatan bagi pihak Amerika Serikat agar tidak meremehkan kemampuan Iran maupun Garda Revolusi Iran (IRGC).
Meski demikian, rincian lengkap terkait insiden penembakan pesawat tersebut masih terbatas. Selain dua pesawat utama, dilaporkan pula bahwa beberapa drone dan helikopter turut menjadi sasaran, dengan sebagian di antaranya berhasil dijatuhkan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon maupun Komando Pusat AS (CENTCOM) yang bertanggung jawab atas operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah tokoh politik Amerika memberikan respons dengan menyampaikan dukungan kepada militer AS. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan harapannya agar seluruh kru yang terlibat dapat kembali dengan selamat.
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, dilaporkan Amerika Serikat telah kehilangan beberapa jet tempur F-15 dalam insiden yang disebut sebagai tembakan dari pihak sendiri (friendly fire) di wilayah Kuwait. Selain itu, sebuah pesawat pengisi bahan bakar militer juga jatuh di Irak dan menewaskan seluruh awaknya.
Di tengah situasi ini, pemerintah AS sebelumnya mengklaim telah melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran sejak awal konflik. Namun, analis militer menilai masih adanya kemungkinan penggunaan sistem pertahanan portabel yang dapat menjatuhkan pesawat tempur, sehingga insiden seperti ini tetap bisa terjadi.