redaksiharian.com, Jakarta – Perusahaan teknologi Meta kembali memperkenalkan inovasi terbarunya dengan meluncurkan dua varian kacamata pintar yang kini mendukung pengguna dengan gangguan penglihatan seperti mata minus. Perangkat ini dijual mulai dari US$499 atau setara sekitar Rp8,5 juta.
Belakangan ini, kacamata pintar disebut-sebut sebagai teknologi masa depan yang berpotensi mengambil alih banyak fungsi yang selama ini dilakukan oleh smartphone. CEO Meta, Mark Zuckerberg, beberapa kali menegaskan bahwa perangkat ini akan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu dekat.
Dalam pengumuman resminya, Meta menyatakan bahwa mereka menghadirkan model terbaru dari lini kacamata Ray-Ban Meta yang mengedepankan kualitas visual tinggi serta kompatibel dengan berbagai jenis resep lensa.
Tak hanya itu, Meta juga memperkenalkan pilihan desain dan lensa baru untuk lini Ray-Ban Meta dan Oakley Meta. Pembaruan perangkat lunak turut disematkan, termasuk fitur pelacakan nutrisi tanpa sentuhan dan ringkasan pesan WhatsApp berbasis kecerdasan buatan mereka, Meta AI.
Dua model terbaru yang diluncurkan adalah Ray-Ban Meta Blayzer Optics (Gen 2) dan Ray-Ban Meta Scriber Optics (Gen 2). Keduanya dirancang khusus untuk pengguna yang membutuhkan kacamata resep dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Model Blayzer hadir dengan bentuk bingkai persegi panjang dalam dua ukuran, sementara Scriber menawarkan desain yang lebih bulat. Keduanya dilengkapi dengan fitur penyesuaian seperti engsel fleksibel, bantalan hidung yang bisa diganti, serta ujung gagang yang dapat disesuaikan oleh ahli optik agar pas dengan bentuk wajah pengguna.
Produk ini sudah bisa dipesan lebih awal di Amerika Serikat melalui situs resmi Meta dan Ray-Ban, dan akan mulai tersedia secara luas di toko optik tertentu mulai 14 April.
Dari sisi teknis, kacamata ini mendukung berbagai jenis resep lensa, termasuk lensa single vision hingga minus 6 dan silinder 4. Untuk lensa progresif, batasannya mencakup minus 6, silinder 4, dan plus 3,5, dengan kombinasi kekuatan maksimal antara -6 hingga +6.
Selain fitur dasar, Meta juga menambahkan kemampuan baru seperti pencatatan asupan makanan melalui perintah suara atau foto. Teknologi Meta AI akan menganalisis kandungan nutrisi dan menyimpannya dalam aplikasi, sehingga pengguna dapat memantau pola makan mereka dengan lebih mudah.
Dalam jangka panjang, data ini akan memberikan rekomendasi yang lebih personal, termasuk saran makanan untuk meningkatkan energi atau menjaga kesehatan.
Tak hanya itu, Meta juga menghadirkan fitur ringkasan pesan WhatsApp tanpa perlu menyentuh perangkat. Pengguna cukup menggunakan perintah suara untuk mengetahui isi percakapan atau mendapatkan ringkasan obrolan grup. Fitur ini tetap menjaga privasi karena diproses langsung di perangkat dengan sistem enkripsi end-to-end.
Fitur-fitur terbaru ini akan tersedia secara bertahap bagi pengguna berusia di atas 18 tahun di Amerika Serikat melalui program akses awal.