redaksiharian.com, Jakarta – Israel dilaporkan tidak bersedia ambil bagian dalam kemungkinan operasi darat yang direncanakan Amerika Serikat terhadap Iran, meskipun Washington masih mengkaji opsi militer yang lebih luas.
Berdasarkan laporan Channel 12 pada Minggu (29/3), militer Israel tidak akan terlibat langsung di medan tempur apabila AS benar-benar melancarkan invasi darat ke Iran. Informasi ini dikutip oleh Middle East Monitor di tengah meningkatnya perhatian terhadap rencana militer Washington.
Disebutkan bahwa Pentagon tengah menyiapkan berbagai skenario, mulai dari operasi terbatas hingga opsi yang lebih agresif. Namun hingga kini, Gedung Putih belum memberikan kepastian apakah Presiden AS, Donald Trump, telah menyetujui langkah tersebut.
Di sisi lain, Iran merespons wacana itu dengan peringatan keras. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa setiap serangan dari AS akan dibalas dengan kekuatan besar, bahkan mengancam akan menghancurkan pasukan Amerika jika invasi darat benar-benar terjadi.
Seorang analis militer menilai situasi ini menunjukkan pola yang mirip dengan konflik besar sebelumnya, di mana fase awal menjadi penentu arah perang. Ia menyebut sekitar sepuluh hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan eskalasi konflik.
Laporan dari Channel 12 tersebut juga memicu perdebatan di Amerika Serikat, terutama di kalangan pendukung gerakan “America First” serta kelompok anti-perang. Mereka mengkhawatirkan potensi keterlibatan AS dalam konflik darat yang mahal dan berisiko tinggi, sementara Israel justru tidak menurunkan pasukannya.
Kritik ini memperkuat anggapan bahwa Amerika Serikat bisa menanggung beban besar dalam konflik yang dinilai sebagian pihak berkaitan dengan kepentingan Israel, meskipun negara tersebut tidak ikut langsung dalam operasi militer.
Seorang influencer media sosial bahkan melontarkan kritik tajam dengan mempertanyakan kebijakan tersebut, menyindir kemungkinan operasi militer justru seharusnya diarahkan ke Israel.
Jika konflik dengan Iran berkembang ke arah yang merugikan, sejumlah pengamat memperingatkan hal itu bisa mempercepat melemahnya pengaruh global Amerika Serikat serta menunjukkan keterbatasan kekuatan militernya.
Dalam skenario terburuk, Israel juga berpotensi dipersepsikan sebagai pihak yang mendorong AS masuk ke dalam konflik besar yang mahal dan berdampak pada penurunan posisi Washington di panggung dunia.