redaksiharian.com, Tanjungbalai -Pelatih John Herdman membandingkan pengalamannya saat menangani Timnas Indonesia dengan masa ketika ia melatih Kanada, khususnya saat menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Sebelum sukses membawa Indonesia meraih kemenangan meyakinkan atas tim Karibia tersebut, Herdman pernah lebih dulu mengalahkan mereka bersama Kanada sekitar delapan tahun lalu dalam ajang Kualifikasi CONCACAF Nations League. Pada laga tersebut, Kanada hanya mampu menang tipis 1-0.
Saat itu, skuad Kanada diperkuat sejumlah pemain top, termasuk Alphonso Davies yang bermain untuk Bayern Munich, serta penyerang Jonathan David. Meski memiliki komposisi pemain berkualitas, pertandingan tetap berlangsung ketat.
Herdman menjelaskan bahwa menghadapi Saint Kitts and Nevis bukanlah perkara mudah. Ia menekankan bahwa tim tersebut bisa menjadi sangat berbahaya jika diberi ruang sedikit saja. Dalam konferensi pers usai laga FIFA Series 2026, ia mengingat bagaimana sulitnya pertandingan tersebut, terutama ketika dimainkan di kandang lawan.
Berbeda dengan pengalaman bersama Kanada, Herdman mampu membawa Indonesia meraih kemenangan yang jauh lebih meyakinkan. Tim Garuda sukses mencetak empat gol tanpa balas ke gawang lawan.
Menurut Herdman, kunci keberhasilan Indonesia terletak pada disiplin permainan, terutama di awal pertandingan. Ia menyebut bahwa timnya sudah mengantisipasi tekanan dari lawan di menit-menit awal, sehingga fokus utama adalah menjaga organisasi permainan selama 15 hingga 20 menit pertama.
Selain itu, ia juga memuji profesionalisme para pemain Indonesia. Herdman mengungkapkan bahwa tim memiliki target yang jelas sebelum pertandingan, yakni mencetak empat gol sekaligus menjaga gawang tetap tanpa kebobolan. Keberhasilan mencapai kedua target tersebut dinilainya sebagai pencapaian penting dalam laga tersebut.