redaksiharian.com, Jakarta -Situs Wikimedia Commons, bagian dari ekosistem Wikipedia, kini telah bisa diakses kembali setelah sebelumnya dilaporkan diblokir.

“Akses ke Wikimedia Commons (https://commons.wikimedia.org) telah dibuka kembali oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sementara itu, akses ke situs Wikipedia tetap normal,” tulis akun resmi Wikipedia bahasa Indonesia @idwiki di X pada Kamis (26/3).

Meski demikian, domain auth.wikimedia.org masih diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Domain ini digunakan untuk autentikasi pengguna di seluruh proyek Wikimedia, termasuk Wikipedia, sehingga pengguna tidak bisa melakukan login atau berkontribusi di situs tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (25/3), Wikimedia Commons dilaporkan diblokir oleh Kominfo. Namun, pihak Wikipedia tidak menjelaskan alasan pemblokiran, hanya menyinggung soal “Penyelenggara Sistem Elektronik” dalam unggahan mereka.

redaksiharian.com sempat menghubungi Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kominfo, Alexander Sabar, untuk konfirmasi terkait pemblokiran, namun hingga berita ini ditulis belum ada respons.

Wikimedia Commons sendiri adalah platform untuk menyimpan berbagai jenis berkas, mulai dari foto hingga video berlisensi bebas. Situs ini berperan penting untuk menyimpan dan menampilkan konten yang digunakan di Wikipedia maupun proyek Wikimedia lainnya. Selain itu, publik juga memanfaatkan Wikimedia Commons untuk mencari, mengunggah, mengunduh, dan menggunakan berkas bebas lisensi.

Pada akhir Februari, Kominfo membatasi fitur login di subdomain auth.wikimedia.org karena Wikimedia Foundation belum melengkapi kewajibannya sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Namun, pada 16 Maret, Kominfo memastikan akses layanan Wikimedia yang sebelumnya dibatasi akan dipulihkan setelah proses pendaftaran Wikimedia sebagai PSE Lingkup Privat diverifikasi.

“Kami mengapresiasi komunikasi yang dibangun Wikimedia serta komitmennya untuk menindaklanjuti proses pendaftaran sebagai PSE Lingkup Privat. Normalisasi akses layanan akan dilakukan setelah proses pendaftaran terverifikasi,” ujar Alexander Sabar dalam pernyataan resmi pada Senin (16/3).