redaksiharian.com, Bandung – Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya penggunaan obat penurun berat badan secara sembarangan. Imbauan ini disampaikan pada Selasa (24/3), menyusul berakhirnya paten semaglutide pada 20 Maret 2026.

Semaglutide merupakan bahan aktif yang digunakan dalam sejumlah obat populer seperti Ozempic dan Wegovy. Setelah patennya habis, berbagai versi generik dari obat berbasis hormon GLP-1 mulai bermunculan dengan harga yang lebih terjangkau.

GLP-1 sendiri adalah hormon yang berperan dalam mengatur kadar gula darah sekaligus memengaruhi nafsu makan. Dengan hadirnya versi generik, biaya pengobatan diperkirakan akan turun, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran terkait penggunaan yang tidak terkontrol.

Kementerian Kesehatan menilai ketersediaan obat ini yang semakin luas—baik melalui apotek, platform daring, distributor besar, maupun klinik—berpotensi meningkatkan risiko penyalahgunaan.

Mereka menegaskan bahwa konsumsi obat penurun berat badan tanpa pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan efek samping serius serta membahayakan kesehatan.

Di India, tren penggunaan obat pelangsing menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, nilai penjualannya melonjak hingga sepuluh kali lipat dan diperkirakan mencapai US$153 juta pada 2026. Angka ini bahkan diproyeksikan menembus lebih dari setengah miliar dolar AS pada 2030.

Seiring berakhirnya paten, sejumlah produsen farmasi di India telah merilis versi generik semaglutide, umumnya dalam bentuk suntikan bulanan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk bermerek.

Namun demikian, India masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan. Negara tersebut menyumbang sekitar sepertiga kasus kekurangan gizi global, sekaligus mengalami peningkatan angka obesitas akibat perubahan gaya hidup dan pertumbuhan ekonomi.

Data yang dirilis pada Maret 2025 menunjukkan bahwa sekitar 24 persen perempuan dan 23 persen laki-laki di India mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Presiden Federasi Obesitas Dunia, Simon Barquera, menekankan bahwa penggunaan obat saja tidak cukup untuk mengatasi lonjakan obesitas secara global.

Ia menyebut obesitas sebagai kondisi kronis yang kompleks, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan menyeluruh, tidak hanya bergantung pada terapi obat.