redaksiharian.com, Jakarta – Bentrok bersenjata terjadi antara prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/3).
Peristiwa tersebut berlangsung di Kampung Topo, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi dari Pusat Penerangan TNI. Dalam operasi itu, tim patroli dari Komando Operasi TNI Papua berhasil menghadapi dan memukul mundur kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan TPNPB-OPM.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat melakukan pengamanan di lokasi dan menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk pistol jenis P1, satu senapan angin, serta puluhan butir amunisi dengan berbagai kaliber, termasuk 5,56 mm dan 9 mm. Selain itu, turut diamankan bendera Bintang Kejora, uang tunai, dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok tersebut.
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Operasi ini bermula dari temuan aktivitas mencurigakan di area yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Saat dilakukan penyisiran oleh pasukan TNI, terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut.
Dalam kejadian itu, kelompok OPM dilaporkan melarikan diri ke arah hutan. Aparat menyatakan situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya peningkatan eskalasi konflik di lapangan.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, M Wirya Arthadiguna, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah Papua, serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.
TNI juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli keamanan dan langkah pencegahan di daerah rawan, guna menciptakan kondisi yang aman dan mendukung pembangunan di Papua Tengah.