redaksiharian.com, Semarang – Israel Defense Forces (IDF) menyatakan rencana untuk melanjutkan operasi militer melawan Iran hingga bulan April mendatang.
Juru bicara IDF, Brigjen Effie Defrin, mengatakan bahwa militer Israel akan menargetkan ribuan sasaran yang masih tersisa di Iran dalam kurun waktu setidaknya tiga minggu ke depan.
“Kami memiliki ribuan target di depan mata. Rencana ini dirancang setidaknya hingga perayaan Paskah Yahudi, sekitar tiga minggu dari sekarang, dan akan dilakukan berkoordinasi dengan Amerika Serikat,” ujar Defrin kepada CNN pada Sabtu (14/3).
Defrin menambahkan bahwa Israel telah menyiapkan strategi pasca-perang untuk tiga pekan setelah operasi berakhir. Tujuan utama Israel saat ini adalah melemahkan rezim Iran secara signifikan, terutama kemampuan Teheran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal.
Menurut laporan The Times of Israel, konflik antara Israel dan Iran kali ini berbeda dibandingkan operasi Israel vs Iran pada Juni 2025. Tahun lalu, fokus Israel terbatas pada penghancuran fasilitas nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman nyata. Kini, IDF menargetkan untuk menghilangkan seluruh “ancaman strategis” terhadap Israel.
Sejalan dengan itu, militer Israel kini menargetkan seluruh industri pertahanan Iran, termasuk kemampuan rudal balistik serta program nuklir Teheran. Industri pertahanan Iran diketahui memproduksi berbagai sistem senjata dan komponen, mulai dari rudal balistik, sistem pertahanan udara, kapal perang, kemampuan siber, hingga satelit pengintai.
Menurut IDF, konflik yang sedang berlangsung telah merusak lebih dari 1.700 fasilitas industri militer Iran. Selain itu, militer Israel memperkirakan bahwa sekitar 4.000 hingga 5.000 tentara Iran tewas dalam serangkaian serangan ini.