redaksiharian.com, Medan – Arus perjalanan masyarakat yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra mulai menunjukkan peningkatan pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini terlihat dari jumlah kendaraan maupun penumpang pejalan kaki yang memanfaatkan layanan penyeberangan.

Data dari Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) menunjukkan adanya peningkatan pergerakan penumpang menjelang periode mudik.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang.

“Kami melihat mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang masa mudik. Karena itu ASDP memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, mulai dari operasional kapal, fasilitas pelabuhan, hingga sistem pelayanan,” ujarnya pada Minggu (15/3).

Berdasarkan data kumulatif dalam dua hari terakhir, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatra melalui tiga pelabuhan tersebut mencapai 199.011 orang. Angka ini sedikit lebih rendah, yakni turun sekitar 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 202.791 penumpang.

Di sisi lain, jumlah kendaraan yang menyeberang justru mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 49.026 unit kendaraan menyeberang, naik 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 46.393 unit.

Untuk arus sebaliknya, yakni dari Sumatra menuju Jawa, sejak H-10 hingga H-7 tercatat sebanyak 138.179 penumpang melakukan perjalanan, dengan total kendaraan yang menyeberang mencapai 31.330 unit.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pemudik serta puncak arus mudik Idul Fitri 2026, ASDP menyiapkan tambahan armada kapal. Di lintasan Merak–Bakauheni akan dioperasikan sekitar 28 hingga 33 kapal. Sementara di rute Ciwandan–Wika Beton disiapkan 9 hingga 12 kapal. Adapun di jalur BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu akan beroperasi sekitar 10 sampai 12 kapal setiap hari.

Sesuai dengan ketentuan dalam SKB Tiga Menteri, Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan penumpang. Pelabuhan Ciwandan difokuskan bagi sepeda motor dan kendaraan angkutan barang, sedangkan BBJ Bojonegara diperuntukkan bagi kendaraan logistik.

Selain menambah armada, ASDP juga menerapkan sistem penundaan (delaying system) di sejumlah titik buffer zone serta melakukan pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan guna mengurangi kepadatan.