redaksiharian.com, Bandung – Legenda Valentino Rossi menilai bahwa pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengalami penurunan performa dan “kehilangan arah” selama setahun terakhir.
Meskipun menyandang gelar juara dunia MotoGP dua kali, Bagnaia kesulitan bersaing dalam perburuan gelar. Musim lalu, ia hanya menempati posisi kelima di klasemen akhir, tertinggal lebih dari 250 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang keluar sebagai juara dunia.
Performa Bagnaia tampaknya masih stagnan di awal musim ini. Pada seri pembuka MotoGP 2026 Thailand, ia hanya mampu finis di posisi kesembilan.
“Sayangnya Pecco saat ini sedikit kehilangan arah. Pada pengereman dan masuk tikungan, yang dulu menjadi kekuatannya, sekarang ia mengalami kesulitan,” ujar Rossi menyoroti tantangan yang dialami Bagnaia.
Rossi juga menyinggung kedatangan Marc Marquez ke Ducati yang langsung menunjukkan performa cepat, yang bisa menjadi faktor tekanan tambahan bagi Bagnaia. “Saya rasa ketika Marquez tiba di pit dan langsung melaju secepat itu, secara fisiologis hal ini tidak mudah bagi Pecco,” tambah Rossi.
Lebih jauh, Rossi menjelaskan kelemahan Bagnaia bersama Ducati sepanjang musim lalu. “Dia pembalap yang sangat presisi. Tapi masalah terbesarnya adalah ban belakangnya cepat aus. Di lap-lap terakhir, Pecco menjadi lebih lambat, padahal sebelumnya ia justru sangat kuat di fase akhir balapan,” kata Rossi.
Pandangan Rossi ini menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi Bagnaia untuk bisa kembali ke performa puncak dan bersaing memperebutkan gelar MotoGP di musim 2026.