RedaksiHarian – Pemerintah memfasilitasi pembentukanPusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di empat kabupaten yang ada di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam upaya meningkatkan kapasitas keluarga dalam melakukan pengasuhan dan pendidikan anak.
Menurut siaran pers dariKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta, Kamis, pemerintah melaksanakan bimbingan teknis mengenai penyediaan layanan Puspaga dari 9 sampai 10 November 2023 dalam upaya mendorong pembentukan Puspagadi empat kabupaten yang ada di Pulau Sumba.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut membuahkan komitmen pembentukan Puspaga Harmoni di Kabupaten Sumba Barat Daya, Puspaga Naringidi Kabupaten Sumba Barat, Puspaga Integrasi dengan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) di Kabupaten Sumba Tengah, dan Puspaga Muhang Pahang di Kabupaten Sumba Timur.
Keempat Puspagadi Pulau Sumba itu akan bersinergi dengan organisasi perangkat daerah dan lembaga masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada keluarga serta membantu mewujudkan kabupaten layak anak.
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakRohika Kurniadi Sari menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, peningkatanperan ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak antara lain dapat dilakukanmelalui Puspaga.
“Di NTT, khususnya Sumba, masih memerlukan penguatan, pengembangan, serta perluasan cakupan untuk peningkatan kemampuan keluarga dalam hal kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak agar proses standardisasi lembaga layanan yang tersedia dapat segera dilakukan,” katanya.
Rohikajuga mengatakan bahwa saat ini telah sudah ada 258 unit layanan Puspaga di 16 provinsi dan 213 kabupaten/kota, 102 ruang bermain ramah anak di 73 kabupaten/kota, dan enam layanan penitipan anak di kementerian/lembaga dan perusahaan di Indonesia.