RedaksiHarian – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Selasa (14/11) mengatakan “pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, bayi” di Jalur Gaza yang dikepung oleh Israel harus diakhiri.
KritikTrudeauitu menjadi kecamannya yang paling tajam terhadap Israel sejak perang melawan Hamasmeletus lebih dari sebulan lalu.
Kanada telah menyatakan bahwa Israel berhak membela diri terhadapHamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu melakukan serangan di Israel selatan bulan lalu.
Serangan itu telah menewaskan 1.400 orang dan menyandera lebih dari 200 orang, menurut otoritas Israel.
Namun, seperti Amerika Serikat dan sekutu lainnya, Kanada telah menyatakan keprihatinan yang semakin besar atas meningkatnya jumlah korban tewas di Jalur Gaza.
Jumlah korban tewas di wilayah kantung Palestina itu telah mencapai lebih dari 11.000 orang sejak konflik dimulai, menurut pejabat kesehatan setempat.
“Saya mendesak pemerintah Israel untuk menahan diri secara maksimal. Dunia menyaksikan, di TV, di media sosial –kami mendengarkan kesaksian para dokter, anggota keluarga, penyintas, anak-anak yang kehilangan orang tua mereka,” kata Trudeau.
“Dunia menyaksikan pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, dan bayi. Ini harus dihentikan,” katanya pada konferensi pers di British Columbia, provinsi di Kanada bagian barat.
Menurut petugas medis Rumah Sakit Al Shifa di Gaza pada Selasa, 36 bayi terancam kehilangan nyawa karena tidak ada mekanisme yang jelas untuk memindahkan mereka meski ada upaya Israel untuk menyediakan inkubator jika mereka dievakuasi.
Tiga dari 39 bayi prematur telah meninggal sejak RS terbesar di Gazaitu akhir pekan lalu kehabisan bahan bakar untuk menyalakan generator agar inkubator mereka tetap berfungsi.
Trudeau juga mengatakan Hamas harus berhenti menggunakan warga sebagai tameng dan harus melepaskan semua orang yang disandera.
Sekitar 350 warga negara Kanada, penduduk tetap dan anggota keluarga mereka telah dievakuasi dari Gaza, tambahnya.
Pekan lalu, Trudeau menyerukan jeda kemanusiaan yang signifikan dalam konflik tersebut agar semua sandera bisa dibebaskan dan bantuan bisa dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga sipil.
Sumber: Reuters