RedaksiHarian – Aktivitas fisik yang teratur tidak diragukan lagi meningkatkan kesehatan dan sebuah penelitian menunjukkan berjalan lebih dari 7500 langkah setiap hari dapat mengurangi komplikasi pasca-operasi seseorang terlepas dari kompleksitas prosedur dan penyakit penyertanya.

Studi yang dipresentasikan pada Kongres Klinis American College of Surgeons 2023 di San Francisco seperti disiarkan Medical Daily pada Oktober lalu itu menganalisis data kesehatan dari 475 peserta.

Para peneliti menguji hubungan antara aktivitas fisik dan terjadinya komplikasi pasca operasi dalam jangka waktu 90 hari.

Aktivitas fisik diukur menggunakan perangkat yang dikenakan untuk melacak langkah harian, tidur, olahraga, dan detak jantung.

Para peserta studi berusia di atas 57 tahun dan menjalani berbagai prosedur bedah seperti bedah umum, bedah ortopedi, dan bedah saraf.

Peneliti menemukan sebanyak 12,6 persen peserta mengalami komplikasi dalam 90 hari setelah operasi.

Namun, kemungkinan terjadinya komplikasi dalam waktu 30 hari sekitar 45 persen lebih kecil ketika pasien melakukan lebih dari 7500 langkah per hari sebelum operasi dibandingkan dengan mereka yang berjalan lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan analisis mereka tidak terbatas hanya pada hari-hari menjelang operasi, namun juga aktivitas fisik selama enam bulan atau beberapa tahun sebelum operasi.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan tertentu karena didasarkan pada data perangkat yang berasal dari kelompok pasien yang kurang beragam. Generalisasi hasil juga terbatas karena peserta harus memiliki perangkat sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah risiko komplikasi pasca operasi dapat dikurangi melalui aktivitas fisik pada periode pra operasi.

“Kami memerlukan lebih banyak penelitian dan bukti untuk menjawab pertanyaan itu,” kata peneliti sekaligus penulis studi Carson Gehl dari Medical College of Wisconsin di Milwaukee, Amerika Serikat.