RedaksiHarian – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengupayakan agar warga di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), dapat mengakses kebutuhan pokok lebih mudah.
Mensos Risma di Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Jumat, mengatakan dari hasil pengamatannya di lokasi masih ada beberapa daerah yang belum teraliri listrik.
Selain itu, kata dia, akses transportasi yang kurang memadai serta jembatan-jembatan yang hancur mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal.
Kondisi itu membuatMensos Risma berpikir untuk menemukan solusi agar pesawat yang membawa kebutuhan pokok hingga Kecamatan Krayan dapat bolak-balik mendarat, dan tambahan angkutan lain untuk menekan biaya operasional.
“Sehingga mungkin semakin banyak itu, maka akan semakin banyak kesempatan atau ruang untuk kedekatan dengan kebutuhan pokoknya lebih mudah dan lebih murah,” ujar Mensos Risma.
MensosRismamemberikan bantuan pemberdayaan masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara, antara lain berupa alat penunjang sekolah dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).
Kunjungan tersebut untuk misi pemberdayaan masyarakat di daerah 3T, khususnya di Provinsi Kaltara, dalam upaya mendukung kemajuan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kecamatan Krayan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.
Karena medan yang sulit menuju lokasi dengan kontur pegunungan dan tidak tersedia akses darat, saat tiba di Tarakan pada Kamis (2/11), MensosRisma harus menggunakan pesawat perintis sewa berkapasitas 12 orang dari Bandara Juwata Tarakan dan helikopter untuk mencapai beberapa wilayah kecamatan lainnya, seperti Krayan Induk, Krayan Tengah, dan Krayan Selatan.
Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat Krayan Selatan dan Krayan Induk. Di Krayan Induk juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan SDN 007 Liang Butan.