RedaksiHarian – Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell pada Rabu mengaku “terkejut” oleh tingginya jumlah korban akibat bombardemen Israel di sebuah kamp pengungsi di Gaza. Dia menyerukan pihak-pihak yang berperang agarmenghormati hukum perang internasional.

“Berpijak padapendirian tegas Dewan Uni Eropa bahwa Israel berhak membela diri sejalan dengan hukum kemanusiaan internasional dan menjamin perlindungan semua warga sipil, saya terkejut olehtingginya jumlah korban jiwa akibatpemboman yang dilakukan Israel di kamp pengungsi Jabalia,” sebut Borrell dalam X.

“Hukum perang dan kemanusiaan harus selalu diterapkan, termasuk dalam hal bantuan kemanusiaan,” kata Borrell.

Para pejabat kesehatan Palestina mengungkapkan paling sedikit 50 warga Palestina tewas ketika serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Jabalia yang padat penduduk di Gaza utara pada Selasa.

Israel mengatakan serangan itu telah membunuh pemimpin serangan mematikan Hamas bulan lalu terhadap Israel.

Para pemimpin Uni Eropa pekan lalu menyeru Israel menghentikanpemboman dan Hamas menghentikan serangan roket agar bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui koridor yang aman bisa tersalurkan.

Mereka mengaku sangat memprihatinkan memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Para pejabat PBB dan lembaga bantuan lainnya mengatakan warga sipil di daerah kantong Palestina yang terkepung itu menghadapi bencana kesehatan masyarakat di mana rumah sakit-rumah sakit kesulitan merawat korban yang jumlahnya semakin banyak karena pasokan listrik mulai menipis.

“Dengan berlalunya hari, ketika situasi menjadi semakin mengerikan, hal ini menjadi lebih mendesak dari sebelumnya,” kata Borrell sambil mengulangi permohonannya pekan lalu.

“Keselamatan dan perlindungan warga sipil bukan sekedar moral, tapi kewajiban hukum,” lanjutnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan internasional untuk adanya “jeda kemanusiaan” dalam perang ini. Dia mengatakan Hamas akan mengambil keuntungan dari gencatan senjata apa pun.

Sumber: Reuters